Selasa, 08 November 2016

Ragu...???? Jangan yaaaaaaaa ..

Ada pemandangan menarik di setiap pagi, ketika saya dalam perjalanan pulang mengantar anak saya sekolah. Di jam-jam krusial, kenapa saya menyebutnya krusial.. karena disaat jam 06.45 semua kendaraan akan melaju kencang, seakan berlomba-lomba mencapai garis finish tercepat, untuk bisa datang ke sekolah sebelum pintu gerbang sekolah ditutup pada jam 07.00.

Mengikuti arus kendaraan yang berbondong-bondong, dan melaju dengan cepat adalah hal yag tidak mudah. Apalagi bagi pengendara baru. Kalau kita tidak sanggup mengikuti arus otomatis kita akan berjalan pelan dan “terpinggirkan”. Kita akan mencari aman dipinggir saja, berjalan pelan dan tertinggal jauh dengan yang lainnya. Dan dada rasanya mau copot ketika ada yang tiba-tiba menyalip kita dengan kencangnya. Ngebut bah pembalap dijalur lintasan. Kejadian seperti ini sering membuat saya ngomel-ngomel sendiri. Tapi apa benar sih ngebut gak boleh..? apalagi ada sebuah ungkapan.. “Ngebut benjut”.

Pilih mana Ngebut focus atau Pelan tapi Hp-an. Focus menjadi hal yang teramat penting dalam melakukan sesuatu. Ngebut boleh asal Focus dan terukur, yang tidak boleh adalah yang ragu-ragu dan gak jelas. Pelan tapi ditengah, lampu sign ke kiri tapi beloknya ke kanan, Mau belok ke kiri enggak jadi langsung menengah lagi, atau yang lebih parah berkendara pelan ditengah sambil maen hp. Pernah nemuin yang seperti itu..? Sering..! Hah sering....?? hehehehe
Perilaku yang seperti ini yang justru membahayakan.

Sifat Ragu-ragu ini terbukti banyak membuat kita jadi memperlambat tercapainya tujuan. Ketika kita sudah membuat planning tertentu, dengan step by stepnya, melangkah adalah hal yang harus  dilakukan. Ketika melangkah jangan tolah toleh lagi, kekiri ke kanan gak jelas. Focus adalah keharusan, sesekali melihat lagi segala planning kita untuk memastikan apakah kita sudah berada di track yg sesuai. Jangan diam tak bergerak hanya untuk menunggu semuanya sempurna. Tapi bergeraklah karena Allah. Dan liatlah Allah akan melengkapi semua jerih payah kita.





Rabu, 01 Januari 2014

Pastel Tutup Kentang

Ini ceritanya ikutan lomba masak kudapan dari Ikan Nila, sekelurahan disini. Alhamdulillah dpt Juara 2, aku cicil bikin isian dan hiasannya semalem sebelumnya, krn besok aku harus ambil raport di 2 tempat, dan ngedandanin Ghefira yg mo pentas akhir semester disekolahnya, sedangkan lomba masaknya jam 12. Kebayang kan.. hihiihhi nguprek didapur bikin sarapan sambil nyiapin masak buat Lomba, sedikit2 di interupsi utk dandanin ghefira...
Aku sengaja pake hiasan dasarnya dari daun pisang yg di hias bgitu,..seperti tumpeng, Hiasan lainnya seperti Bunga dr wortel, timun, tomat sudah aku bikin semalem, pas ditempat lomba tinggal plek2 bgitu,..karena utk mendisplaynya emang diharuskan ditempat lomba. 

Seperti ini jadinya....


*insert : dari Kanan- ke kiri : Juara 2 , juara 1, Juara3, dan foto bersama :) Hayoooo tebak punyaku yg manaaaaa...... 

Resepnya nyusul yaaa....





Rabu, 21 Maret 2012



Es Krim Vegetarian

Luar biasa bisa mengetahui resep ini, karena kami sekeluarga sangat suka es krim. Biasanya kalau saya membuat es krim selalu menggunakan bahan-bahan susu maupun krim kental yang tentunya tidak baik.
Dengan Es krim ini kita tidak khawatir lagi,.. karena murni ini dari bahan alami, tanpa pemanis, tanpa pewarna, tanpa perasa buatan dan yang pasti teksturnya juga sangat mirip dan lembut...dan pasti sehat.
jadi tunggu apa lagi,..????
Bahan utama es krim ini hanya dari PISANG. Bisa menggunakan pisang ambon ataupun pisang emas yang kecil-kecil yang biasa tersedia di supermarket.

Bahan : 1 cup pisang
             1 cup nangka

Blender semua bahan hingga lembut, tuang dalam wadah dan simpan di dalam frezzer.
Bisa kita modifikasi dengan berbagai macam rasa buah-buahan, kebetulan yang saya buat ini es krim Nangka. Anda bisa mencampurnya dengan strawberry misalnya, ataupun durian.
Tergantung selera Anda,...:)

Yuuuuukkk tunggu apa lagi,...menjadi sehat itu harus,... :)
Power Green

Luar biasa,....Jus ini membuat kita semakin sehat, dan fit
Sangat mudah untuk membuatnya

bahan :

3 bongkol sawi hijau
3 helai sawi putih
2 buah strawberry
1 buah lemon

Cara membuat : campur semua bahan dan blender, dan nikmati segera.


Senin, 16 Januari 2012

Wingko Durian



Bahan :

2 butir putih telur
1 sdt vanili
1/2 sdt garam
300 gr gula pasir
300 gr tepung ketan
1 butir kelapa parut (diparut panjang)
200 ml santan kental
2 butir kuning telor (untuk olesan)
200 gr daging durian

Cara Membuat :

1. Kocok putih telor, vanili, garam, hingga rata dan berbuih, tidak perlu kaku
2. Masukan gula pasir,dan durian,  kocok hingga tercampur
3. Masukan tepung, kelapa parut, santan, dengan cara diaduk dengan spatula
4. Tuang dalam loyang yang telah dilapisi kertas roti dan dioles mentega
5. Masukan dalam ovven yang sudah dipanaskan terlebih dahulu
6. Panggang kurang lebih 15 menit atau permukaan setengah matang (agak kering)
7. Oles dengan kuning telor, panggang kembali sampai matang
8. Angkat, biarkan dingin ya,..!! baru dipotong- potong

Hasil : 30 potong

Rabu, 11 Januari 2012

Fuyunghai

Simple, cepat dan enak,...cobain deh







Bahan :

2 siung bawang putih, dicincang 
1 batang daun bawang, diiris halus
1/4 sendok teh kaldu ayam bubuk 
1/2 sendok teh garam 
1/4 sendok teh merica bubuk 
3 butir telur, dikocok lepas 
3 lembar kol, diiris tipis 
3 sendok makan tepung terigu 
1/2 sendok teh garam 
1/4 sendok teh merica bubuk 
5 sendok makan minyak untuk menggoreng 



bahan saus:

1/2 butir bawang bombay
2 siung bawang putih, dicincang halus 
1 buah cabai merah besar, dibuang biji, diiris serong (optional)
1 ruas jahe
sedikit kacang polong
4 sendok makan saus tomat 
1/4 sendok teh garam 
1 1/2 makan gula pasir 
2 sendok teh maizena dan 1 sendok makan air, dilarutkan 
300 ml air 
1 sendok makan minyak untuk menumis 




Cara Pengolahan :

1.      Campur bawang putih, kaldu ayam bubuk, garam, merica bubuk, dan daun bawang. Aduk rata.
2.      Tambahkan telur, kol, wortel, tepung terigu, garam, dan merica bubuk. Aduk rata.
3.      Panaskan minyak. Goreng di atas api sedang sampai matang.
4.      Saus: panaskan minyak. Tumis bawang putih dan bombay hingga harum. Masukkan cabai merah, jahe, saus tomat, garam, dan gula pasir. Aduk rata.
5.      Tuang air. Aduk rata. masukan kacang polong, Masak sampai mendidih. Kentalkan dengan larutan maizena. Masak sambil diaduk sampai meletup-letup.
6.      Sajikan fuyunghai bersama sausnya.




Selasa, 10 Januari 2012

Bolu Kukus Pelangi

Bahan :

5 butir telur
180 gr gula pasir
1 sdt ovalet
180 gr tepung terigu
1/2 sdt baking powder
1/2 sdt Vx
2 sdm susu bubuk
75 ml santan kental
3 pewarna hijau
2 tetes pewarna merah
50 gr margarin yang dilelehkan

Cara Membuat :

1. Kocok telur dan gula sampai mengembang.
2. Masukan ovalet, kocok sebentar.
3. Masukan tepung terigu, baking powder, susu bubuk, santan dan Vx, aduk dengan kecepatan rendah sampai tercampur rata.
4. Masukan margarin leleh, aduk dengan spatula.
5. Bagi adonan menjadi 3
6. Beri pewarna merah, hijau, dan netral.
7. Siapkan kukusan yang sudah dipanaskan, bungkus tutup kukusan dengan serbet bersih.
8. Tuang adonan warna merah dalam loyang bulat diameter 22 yang sudah dioles minyak dan dilapis plastik, kemudian kukus selama 10 menit.
9. Kemudian tuang adonan putih, kukus selama 10 menit.
10. Terakhir tuang adonan hijau dan kukus selama 15 menit.
Dinginkan dan potong- potong

Hasil : 20 potong

Selasa, 03 Januari 2012

Almond Mocafrio Muffin

Muffin ini cepat dan mudah membuatnya, asyik buat sarapan atau teman minum teh di sore hari. .







Bahan :

200 gr mentega
150 gr gula tepung
4 butir telur
100 ml susu cair
300 gr tepung terigu protein sedang
1 sendok teh baking powder
40 gr choco chips
40 almond slice
1 shacet kopi mocafrio
1 sendok teh essenc mocca

Cara membuat :

1. Campur mentega, gula tepung, sampai halus
2. Masukan telur satu persatu dan tambahkan susu cair sedikit demi sedikit
3. Tambahkan tepung terigu, bubuk kopi dan baking powder sambil diayak
4. Tambahkan essens moka, almond dan choco chips (sisakan almond dan choco chips sedikit untuk taburan )
Sambil diaduk sampai rata
5. Tuang di cup kertas coklat tebak yang kecil
6. Oven 20 menit dengan suhu 190 derajat celcius sampai matang

Untuk : 20 buah
Resep ala Keluarga Purba
Published with Blogger-droid v1.7.4

Senin, 02 Januari 2012

Ketan Sarikaya


Kalo sudah buat yang ini,...huaaaa gak bisa berhenti makannya, coba deh bikin kalo pas weekend





Bahan:
500 g beras ketan putih
300 ml santan sedang
½ sdt garam
1 lembar daun pandan

Lapisan:
300 ml santan kental
5 butir telur ayam
250 g gula merah, sisir halus
3 sdm gula pasir
50 g tepung terigu
1 sdm tepung maizena
½ sdt vanili bubuk

Cara membuat:
Kukus ketan hingga setengah masak. Angkat.
Didihkan santan, garam dan daun pandan.
Tuang ke dalam ketan, aduk-aduk hingga
santan habis terhisap ketan.
Kukus dalam kukusan hingga matang. Angkat.
Selagi masih hangat, ratakan dalam loyang segi
empat sambil padatkan.

Lapisan:
Campur santan dan telur hingga rata.
Tambahkan bahan lainnya, aduk hingga gula
larut. Saring.
Tusuki permukaan ketan di berbagai bagian
dengan garpu.
Tuang adonan Lapisan ke atas ketan.
Kukus dalam kukusan panas (bungkus tutupnya
dengan serbet bersih) selama 30 menit hingga
matang.
Angkat dan dinginkan.
Potong-potong dan sajikan.

Hasil : 28 potong

Liburan yang libur....


Ini bener- bener jadi liburan yang bisa menyenangkan tapi bisa juga tidak menyenangkan. . .looohh gimana. .??
Tenannnnngg, maksudnya karena pas Abang ngajuin cuti liburan natal ditolak, padahal sudah sederet rencana disusun pergi ke Bandung.
Judulnya jadi Gatot. . Alias gagal total. .hihihi. . Kecewa. .? Ya iyalah. . Apalagi anak-anak. .mereka kan pada kepengin ke Trans Studio.

Daripada bete keterusan mending susun rencana apa aja yang bisa dilakukan meski dirumah, kenapa gak bikin kue aja. . .haaaaa.. Mereka kan suka ikut ngerecoki kalo mamanya lagi kerja didapur, kenapa gak dikasih tantangan aja sekarang mereka yang buat.

Ketika ditanya G&G mo bikin apa. . Huaaaa malah pada berebut, si adek yang suka gak mo kalah minta bikin cup cake, si kakak yang susah ngertiin adeknya minta bikin Muffin Mocafrio. . Nah loooooo. . Mending gak usah dikasih pilihan yaaaaa. . .hihihi maksud mamanya biar gak pada brisikkk. .

Si adek ni walopun suka gak mo kalah tapi dia baik hati loh, dikasih pengertian dikit aja langsung oke. .
Akhirnya kita bikin request sang kakak. . Muffin..
Tralalalalaaa. . .jadilah Muffin ala mereka

Sorenya kita, Aku dan Abang rencana mo ke JogjaTronik buat belikan Gerdi hp baru, tapi surprise aja, Gerdi gak dikasih tau. .bgitu nyampe si anak sudah nanya nanya mlulu, mo ngapain kesini, gitu dibilangin dah silahkan pilih hp yang kamu suka. . Eealaaaaahhh bukan Gerdi namanya kalo nolak hp tapi maunya laptop. . Nah loooooooo. . .hihihiiii si papanya kecewa berat. .yo wislah mending pulang. .

Bukan apa-apa sih. .lah dirumah laptop kan dah punya, akhirnya mikir juga dia. . Kenapa rejeki kutolak yaaaaa. . . Huhuhuhuuuu. . .senyum-senyum aja kita, bakalan gak bisa tidur tuh Gerdi.
Ya udaaaaaaaaaahhhh besok kita ke Ramai Mall aja yaaa, ntar beli hpnya disana karena sekalian mama papanya mo shooping, Hohohohooo sok ya. . Shooping segala. . Gak kok, kita termasuk yang jarang shooping loh, kalo pas lagi ada butuh aja beli. . . ada beberapa yang ingin dibeli untuk acara besok pagi. .Family gathering kantornya Abang

Yo wisssss. . .sampe jumpa besok yaaaa, :)

Cerita Tahun baruuu


Kalo sudah musim liburan gini jangan ditanya deh. .Jogjaku tercintah pasti macet dan penuh. Saking padatnya mo nyebrang jalan di jalan wonosari aja susahnya minta ampun bisa makan waktu 15 menit loh, oiyah aku tinggal didekat jalan wonosari.. .padahal hari biasa nyebrang mah gampang. . Heheheee maklum jln. Wonosari kan jalur lintas yang akan ke jawa timur ataupun mo ke Hollywoodnya Jogjah. .jadi yaaaaaaaaa bgitulah

Eits balik lagi ke tahun baru. .mo bikin acara apa yaaahh,.? Hihii gak ada. .tahun - tahun kemarin sih selalu beli kembang api buat anak-anak, tapi semenjak dimarah-marahin sama orang mabuk yang gak pernah sekolah. .hiiiiiiiii gak pernah lagi. . Takuttttt, !!
Sebenarnya waktu itu kita nyalainnya belum malem banget sekitar jam 9 anlah. . Di deket rumah juga nyalainnya, tapi dasar sentimen aja dia, mendadak marah- marahin aku dan anak- anak,segala "kebun binatang" keluar, mana waktu itu abang lagi lembur. . Langsung deh Gerdi aku tarik tangannya buat masuk ke rumah. .

Kalo sekarang sih Gerdi dah besar dah gak demen lagi ama yg begituan, mending dirumah, makan-makan sambil liat tipi. .

Kebetulan sorenya bikin Nasi bakar dan Ketan Srikaya. . Mantaaaapp, jadi tinggal bakar aja kalo mau, Nasi bakar ni kesukaan Gerdi. .kalo aku sih ngikut ajah. .kadang seringnya malah gak suka sama masakanku sendiri. .lucu yaaaaa. . .

Yo wislah. . Udah ngantuk nih, jam disini dah jam 01.30. . Kalo gak segera bobo, bisa kesiangan besokkkk. .

Night all. . .eits lupaaa. . .Happy New Year yaaaaaaaa

Foto dan resepnya menyusul yaaa,..lagi susah diuplodenyaaa

Kamis, 20 Januari 2011

Keheningan yang Sarat Makna


Seorang tukang kayu. Suatu saat ketika sedang bekerja, secara tak disengaja arlojinya terjatuh dan terbenam di antara tingginya tumpukan serbuk kayu. Arloji itu adalah sebuah hadiah dan telah dipakainya cukup lama. Ia amat mencintai arloji tersebut. Karenanya ia berusaha sedapat mungkin untuk menemukan kembali arlojinya.

Sambil mengeluh mempersalahkan keteledoran diri sendiri si tukang kayu itu membongkar tumpukan serbuk yang tinggi itu. Teman-teman karyawan yang lain juga turut membantu mencarinya. Namun sia-sia saja. Arloji kesayangan itu tetap tak ditemukan.

Tibalah saat makan siang. Para pekerja serta pemilik arloji tersebut dengan semangat yang lesu meninggalkan bengkel kayu tersebut. Saat itu seorang anak yang sejak tadi memperhatikan mereka mencari arloji itu, datang mendekati tumpukan serbuk kayu tersebut. Ia menjongkok dan mencari.

Tak berapa lama berselang ia telah menemukan kembali arloji kesayangan si tukang kayu tersebut. Tentu si tukang kayu itu amat gembira. Namun ia juga heran, karena sebelumnya banyak orang telah membongkar tumpukan serbuk namun sia-sia. Kini cuman dia seorang diri saja, dan berhasil menemukan arloji itu.

'Bagaimana caranya engkau mencari arloji ini?' Tanya si tukang kayu.

'Saya hanya duduk secara tenang di lantai. Dalam keheningan itu saya bisa mendengar bunyi 'to-tak, tok-tak'.

Dengan itu saya tahu di mana arloji itu berada.' Anak itu menjawab.
Kesimpulannya,....

Sahabat yang hebat, tahukah engkau bahwa problema yang kita hadapi akan berkurang seperempat hanya dengan membiarkan diri duduk secara tenang?

Keheningan adalah pekerjaan rumah yang paling sulit diselesaikan selama hidup. Sering secara tidak sadar kita terjerumus dalam seribu satu macam 'kegaduhan'-.

Mungkin inilah hikmah dari ibadah di sepertiga malam. Dikeheningan itulah kita akan lebih merasakan kasih sayang dan kedekatan Tuhan kepada kita. Tapi mengapa banyak dari kita merasa berat menunaikan ibadah tersebut?


-Sahabat-

Senin, 08 November 2010

Bencana Sebenarnya juga Indah


Lihat kebunku penuh dengan bunga. Ada yang putih dan ada yang merah. Setiap hari kusiram semua. Mawar melati semuanya indah.

Bencana, bencana, bencana, bencana, mungkin itu kabut-kabut kehidupan yang berganti menyelimuti Indonesia beberapa tahun terakhir. Belum sepenuhnya pulih dari banjir dahsyat Jakarta, tiba-tiba tanah longsor menggelegar, gempa bumi memakan nyawa, Tabrakan Kereta Api, Gunung Meletus, Pesawat Jatuh, Tsunami. Bencana seperti tidak bosan-bosannya menggoda jiwa Indonesia. Seorang sahabat asli Jawa, berulang-ulang menyebut kata miris. Seorang psikiater mengutip sebutan tua tentang zaman edan, tatkala menyaksikan seorang Ibu membakar diri dan sejumlah putera-puterinya karena terhimpit kesulitan kehidupan. Salah seorang penulis luar, bahkan memberi judul menyentuh di International Herald Tribune, Indonesia: Mass murder or natural disaster, terutama setelah menghitung ratusan ribu nyawa yang melayang akibat bencana.

Berduka, bersedih, tersentuh oleh penderitaan sesama tentu salah satu tanda pertumbuhan jiwa. Di Timur telah lama diajarkan, untuk memasuki wilayah-wilayah kesucian bahkan menginjak rumput pun dilarang. Terutama karena setiap rasa sakit yang kita timpakan ke ciptaan lain, akan kembali menyakiti diri ini. Sehingga sungguh layak disyukuri kalau Indonesia masih memiliki demikian banyak hati yang punya empati.

Cahaya bencana

Dengan tetap menghormati banyak hati yang punya empati, banyak guru setuju kalau jalan-jalan keindahan apa lagi kesucian tidak ada yang sepenuhnya lurus dan mulus. Semakin indah sebuah tujuan, semakin berat jalan-jalan yang harus dilalui. Bila ini cara memandangnya, mungkin Indonesia bisa menarik nafas dalam-dalam sebentar. Menghimpun energi untuk melewati banyak tanjakan serta kelokan di depan yang masih banyak menghadang.

Dalam jeda jiwa seperti ini, bisa jadi berguna kalau merenung sebentar tentang cahaya-cahaya bencana. Bagi banyak jiwa, bencana identik dengan kematian, perpisahan, kesedihan, duka cita. Dan tentu saja ini teramat manusiawi.

Sedikit jiwa yang mau menggali lebih dalam kalau di balik bencana, ada sejumlah langit kehidupan yang tersingkap rahasianya. Ketakutan, kesedihan adalah masukan berguna tentang keinginan yang demikian mencengkeram. Semakin mencengkeram keinginan, semakin menakutkan wajah bencana. Ada keinginan agar kehidupan hanya berwajah damai, keluarga yang hanya boleh bahagia, perpisahan yang identik dengan hukuman, kemiskinan sama dengan kutukan.
Dan melalui hentakan-kentakan bencana, manusia sedang diingatkan, seberapa kuat pun keinginan mencengkeram, kehidupan tetap harus berputar. Bila saatnya matahari tenggelam, tenggelamlah ia. Ketika putaran bumi harus ditandai oleh gempa, gempalah yang menjadi sahabat kehidupan. Bila kematian sudah waktunya berkunjung, berkunjunglah ia menjadi sahabat kehidupan. Makanya, seorang ayah berpesan kepada putera-puterinya, kematian datang bukan karena penyakit, bukan karena dikerjain orang, bukan juga akibat bencana, kematian datang memang karena putaran waktunya sudah tiba. Penyakit, bencana hanyalah pintu-pintu pembuka.

Bila ini cara meneropongnya, tidak saja keinginan mulai longgar cengkeramannya, namun cahaya-cahaya bencana juga terbuka. Ternyata bencana lebih dari sekedar hulunya kesedihan, ketakutan dan kutukan, ia juga membukakan pengertian tentang wajah kehidupan yang lebih utuh.

Serupa dengan lagu anak-anak yang dikutip di awal tulisan ini, hidup serupa dengan mengurus taman. Kendati yang ditanam rumput Jepang, ada rumput liar yang ikut tumbuh. Kendati sudah banyak berbuat baik, banyak berdoa, sering ke tempat ibadah, bila saatnya bencana menggoda, ia tetap menggoda. Bila rumput Jepang yang ditanam seratus meter, rumput liar hanya mengambil porsi sedikit sekali. Demikian juga dengan kehidupan, sehat berumur bertahun-tahun tapi kerap lupa disyukuri. Sakit hanya segelintir hari sudah penuh dengan caci maki.

Taman jadi indah karena penuh bunga dan warna. Kehidupan juga serupa. Kebahagiaan jadi lebih indah kalau pernah melewati kesedihan. Kehidupan bermakna amat dalam karena ada kematian. Kesuksesan berakarkan rasa syukur yang mendalam, kalau pernah dibanting kegagalan.

Taman bertumbuh terus bila disirami. Pertumbuhan jiwa juga sama. Tidak saja kebahagiaan yang menyirami kehidupan, kesedihan juga menyirami, terutama karena kesedihan adalah gurunya sikap rendah hati dan mawas diri. Tidak saja kedamaian yang memperkuat kehidupan, bencana juga memperkuat kemudian. Kedamaian memperkuat seperti air yang bertemu kerongkongan dahaga, bencana memperkuat seperti amplas keras dan kasar yang membuat berlian tambah bersinar. Sebagai catatan kontemplasi, Jepang dan Jerman yang kini menjadi salah satu pemimpin dunia, kalah perang secara amat menyedihkan puluhan tahun lalu.

Di puncak semua perjalanan ini, tersisa bait indah kehidupan: ”mawar melati semuanya indah!”. Mawar yang berduri indah, melati yang wangi juga indah. Siapa saja yang bisa melihat keindahan dalam setiap unsur dualitas (bahagia-bencana, untung-rugi, suci-kotor, dipuji-dicaci) dia berada di depan gerbang pencerahan, kemudian hatinya bernyanyi: ”semuanya indah!”.

Dalam bahasa indah sejumlah sahabat penyair, keuntungan adalah hasil pelajaran dari banyak kerugian, kekotoran adalah kesucian yang sedang siap-siap menunjukkan rahasianya, kekayaan adalah sisi lain dari kemiskinan dalam mata uang kehidupan. Pada jiwa yang sedang bertumbuh, dualitas terus bergerak dari satu ujung bandul ke ujung bandul lain. Habis bahagia derita, setelah untung rugi dan seterusnya. Dan lagu anak-anak ini mengajarkan, setelah semua segi kehidupan dicintai, disirami, diterima, kemudian dari dalam sini ada yang bernyanyi: ”semuanya indah!”.

Ini mungkin yang menyebabkan Robert Fulghum pernah menulis “Apa yang perlu dipelajari tentang kehidupan, sudah selengkapnya diajarkan di taman kanak-kanak“. Sebuah masa di mana semuanya terasa indah. Guru dzogchen Chogyal Namkai Norbu menyebutnya primordial state (titik awal sekaligus titik akhir perjalanan ke dalam). Cirinya sederhana, tidak ada hal positif yang perlu diterima, tidak ada hal negatif yang perlu ditolak.

Selasa, 02 November 2010

Nature


Siapa yang mengisi kesehariannya dengan keikhlasan dan kerendahatian, akan menemukan bahwa alam sebenarnya sebuah perpustakaan agung. Berlimpah pengetahuan dan kebijaksanaan yang disimpan di sana. Perhatikan laut lebih dalam lagi. Di permukaan ia senantiasa bergelombang. Sama dengan hidup manusia. Di kedalaman yang dalam, tidak ada gerakan apa lagi gelombang. Hanya hening yang melukis keindahan dan kesempurnaan.

Cermati apa yang ditulis Zenkei Shibayama dalam A Flower does not talk: “silently a flower blooms, in silence it falls away….pure and fresh are the flowers with dew….calmly l read the True Word of no letters”. Bunga mekar tanpa suara, berguguran juga tanpa suara. Tanpa keluhan tanpa perdebatan. Ada kesucian yang menggetarkan dalam bunga yang berhiaskan embun pagi. Dalam bimbingan hening, tiba-tiba terbaca makna tanpa kata-kata. Zenkei Shibayama menyebutnya Scripture of no letters. Tanpa kata-kata, tanpa keriuhan. Hanya sebuah hati yang berkelimpahan dalam dirinya!

Mulailah hidup sesuai hukum alam. Ia yang mengalir bersama alam, tersenyum pada setiap putaran alam tahu sebenarnya tidak ada hukuman. Apa yang kerap disebut sebagai bencana, sebenarnya hanya undangan laut untuk menyelam semakin dalam. Memasuki wilayah-wilayah tanpa gelombang (baca: tanpa perdebatan) namun penuh keheningan.

Sebagaimana ditulis rapi oleh kehidupan para Mahasidha (manusia yang menjadi agung karena melewati banyak rintangan seperti Jalalludin Rumi, Bunda Theresa, Milarepa, Mahatma Gandhi), awalnya bencana terlihat sebagai cobaan. Namun begitu dialami, ia memperkuat otot-otot kehidupan. Persis seperti otot fisik yang kuat karena banyak dilatih. Bila begini cara memandangnya, bencana bukannya membawa kegelapan kemarahan, ia membawa cahaya penerang.

Berbekalkan ketekunan, bencana membuat batin kebal dengan penderitaan. Kekebalan ini kemudian membuat manusia bisa menyambut semua dualitas (baik-buruk, sukses-gagal, hidup-mati) dengan senyuman yang menawan. Inilah secercah cahaya keheningan. Ia menyisakan hanya satu hal: compassion is the only nourishment. Dualitas memang lenyap, kasih sayang kemudian membuat kehidupan berputar.

Jumat, 29 Oktober 2010

Surat Kepada Tuhan

Aku tak bisa menahan airmataku,..
Melihat penderitaan mereka, kehilangan anggota keluarga
Suami, istri, anak, ayah, ibu,...orang-orang yg sangat dicintai
Bencana selalu menyisakan kepiluan
Tuhan,....
Semua terserah titahMu,..tapi tolong Tuhan kuatkan hati mereka
Bukakan mata hati para pemimpin kami
Agar bisa menjadikan negeri ini indah kembali
Kita tak akan pernah tahu yg akan terjadi didepan
Berikan aku petunjukMu Tuhan agar aku bisa menjalani sisa hidup ini dijalanMu
Menapaki segala episode dgn ketaatan hanya kepadaMu
Mataku begitu jelas melihat kuasaMu
Telingaku begitu jelas mendengar teriakanMu agar aku kembali
Bahkan tanganMu begitu dekat untuk ku rengkuh
Tuhan,...ampuni aku kalau dosa mematikan hatiku
Ampuni aku Tuhan kalau perintahMu sering aku abaikan
Tuhan,.....maafkan aku
Tanpa kuasaMu aku tak mampu berjalan

Rabu, 06 Oktober 2010

Pagi yang Mempesonaku

Karya : Endah Martiana
Medio : 7 Oktober 2010

Sebersit sinar sang surya, menari gemulai diantara pepohonan
Hujan yang baru saja usai menambah irama pagi menjadi damai
Kubuka jendela lebar-lebar
Sekawanan bau semerbak basahnya tanah
Menyelinap memasuki kamar tidurku
Yang dari semalam terasa pengap oleh sisa-sisa asap kehidupan
Berganti dengan harumnya pagi

Tetesan embun jatuh perlahan, amat perlahan
Menggantung diujung daun
Bening,... dan tenang,...
Seolah memancarkan irama kedamaian nan elok rupawan
Mengusik nurani agar tak salah dalam berdiri
Seakan menyindirku dengan halus agar lakuku berjalan lurus

Brurung-burung kecil bersahut-sahutan
membuat sebuah alunan merdu irama alam
berlompatan dari dahan ke dahan
bercumbu rayu dengan manisnya
memaksa mataku takjub akan kesempurnaan Sang Pencipta

Sempurna,..
Terimakasih Ya Tuhan ,..
Engkau sudah memberiku kesempatan
tuk mengenalmu lebih dekat dengan kenikmatan usia di pagi ini

Senandung jiwa

Karya : Endah Martiana
Medio 7 Oktober 2010

Suara merdu alunan kidung pujian terhadap Tuhan
Bersenandung indah digelapnya pagi
Hujan gerimis membuat selimut begitu sulit tuk dihentakkan
Menjadikannya sebuah perjuangan nan megah
Dari seorang makhluq terhadap Sang Penciptanya

Ada sebuah ketukan kecil dihati
Yang terus berdetak seirama jantung,
Menghujam perlahan lewat nurani
Menembus batas keakuan diri
Akan sebuah cinta dari Yang Maha Tinggi

Merangkak perlahan kesebuah bejana kecil
Basuhan air suci menyelinap memasuki kulit
Merasuki jiwa yang tadi terlena
Menjadi sebuah lecutan kecil agar terjaga dari dunia
Pelan tapi pasti kesejukkan itu mulai membimbingku
Mengajakku dalam sebuah pertapaan singkat namun penuh makna

Dalam hening, tenang dan syahdu
Ku mengetuk-ngetuk pintu yang sebenarnya amat terbuka lebar bagi hamba Pencinta Tuhan
Hanya kedamaian yang kurasa

Senin, 04 Oktober 2010

Ketika Tuhan menciptakan Perempuan,..

Ketika Tuhan menciptakan perempuan,....
Malaikat datang dan bertanya,.. "Mengapa begitu lama Tuhan,.?"
Tuhan menjawab,.."sudahkah engkau lihat semua detail yang kubuat untuk menciptakan mereka ?

Dua tangan ini harus bisa dibersihkan, tetapi bahannya bukan dari plastik. Setidaknya terdiri dari 200 bagian yang bisa digerakkan dan berfungsi dengan baik untuk segala jenis makanan. Mampu menjaga banyak anak pada saat yang bersamaan. Punya pelukan yang dapat menyembuhkan sakit hati dan keterpurukan. Dan semua dilakukannya cukup dengan dua tangan ini.

Malaikat itu takjub, "Hanya dengan dua tangan ini,.? Impossible,.!!
Dan itu model standart,..??

Sudahlah Tuhan, cukup dulu untuk hari ini. Besok kita lanjut lagi untuk menyempurnakannya,.."
"Oh, Tidak,.!!
"Aku akan meyelesaikan ciptaan ini karena ini ciptaan favoritku. Oh iya, dia juga akan mampu menyembuhkan dirinya sendiri dan bisa bekerja 18 jam sehari,."

Malaikat mendekat dan mengamati ciptaan Tuhan itu,. "Tapi Engkau membuatnya begitu lembut, Tuhan,."
"Ya, saya membuatnya lembut,..tapi engkau belum bisa bayangkan kekuatan yang kuberikan agar mereka dapat mengatasi banyak hal yang luar biasa,."

"Dia bisa berpikir,?" tanya malaikat.
Tuhan Menjawab, "Tidak hanya berpikir, tapi juga mampu bernegosiasi".

Malaikat itu mulai menyentuh dagunya. "Tuhan, Engkau buat ciptaan ini kelihatan lelah dan Rapuh,.!!
Seolah terlalu banyak beban baginya,."
"Itu bukan lelah atau rapuh. Itu air mata," koreksi Tuhan.
"untuk apa " tanya malaikat.
Tuhan melanjutkan, "Air mata adalah salah satu cara dia mengekspresikan kegembiraan, kegalauan, cinta, kesepian, penderitaan, dan kebanggaan,"

"Luar biasa. Engkau jenius Tuhan," kata malaikat. "Engkau memikirkan segala sesuatunya, perempuan ciptaanmu ini sungguh menakjubkan,"
"Ya memang, perempuan ini akan mempunyai kekuatan mempesona laki-laki. Dia dapat mengatasi beban, bahkan melebihi laki-laki. Dia mampu tersenyum, bahkan disaat hatinya menjerit. Mampu tersenyum saat menangis, menangis saat terharu, bahkan tertawa saat ketakutan. Dia berkorban demi orang yang dicintainya, mampu berdiri melawan ketidakadilan. Dia tidak meolak kalau melihat yang tidak baik, dia mengorbankan dirinya untuk keluarganya. Dia membawa temannya yang sakit untuk berobat. Cintanya tanpa syarat.
Dia menangis saat anaknya menjadi pemenang.
Dia girang dan bersorak saat melihat kawannya tertawa.
Dia begitu bahagia mendengar kelahiran.
Tapi hatinya begitu sedih saat mendengar berita sakit dan kematian.
Tetapi dia selalu punya kekuatan untuk mengatasi hidup.
Dia tahu bahwa sebuah ciuman dan pelukan dapat menyembuhkan luka."


Hanya ada satu hal yang kurang dari perempuan,.....
DIA LUPA BETAPA BERHARGANYA DIA,.!


--annonymous--

Sabtu, 07 Agustus 2010

Wishes of The God

Sahabat yang hatinya selalu teduh,....

Ketika bepergian kadang mata kita tertuju pada keindahan sebuah bangunan ataupun keelokan dari sebuah jalan. Jangan pernah menutup mata hati kita dengan keindahan yang lain dimana sentuhan Tuhan selalu memberi warna dan meninggalkan jejak dihati para pencari kedamaian.

Pun begitu keindahan alam, eloknya gunung yang begitu anggun berdiri tegak, luasnya samudera yang begitu menggelorakan keheningan dalam diamnya Sang Gunung. Mereka seakan terikat dalam satu tali persahabatan yang indah dan mempesona.

Dalam jejak langkah kaki tua dari seorang pejalan kaki, dengan sebatang tongkat yang menemani, sehelai kain yang melekat dibadanpun sungguh lusuh, hentakkan kaki yang tidak derap lagi, dia hanya ingin terus berjalan sampai tempat peristirahatan yg tak layak disebut peristirahatan. Sedangkan dilain kehidupan ada banyak pejalan kaki yang tidak berjalan semestinya, dengan teman sebatang keangkuhan diri, dengan baju ketampanan yang diagungkan, dengan langkah kaki yg menyiratkan sedikit kesombongan, diapun juga ingin selalu melangkah tapi bukan selalu pulang dalam peristirahatan yang mendamaikan hati dan jiwa.

Sahabatku, setiap kepulangan diri tidak akan membawa apa-apa kecuali teman sejati dalam diri adalah kebaikan.


Sahabatmu,...Endah Martiana

Senin, 02 Agustus 2010

Air mata Rakyat,...masihkah jadi air mata Tuhan,..??



Sahabatku,....

Adalah Indra Azwan lelaki 51 tahun mencari keadilan dengan caranya sendiri. Dia nekad berjalan kaki dari Malang - Jakarta untuk memperjuangkan kematian putra tunggalnya 17 tahun lalu. Sungguh waktu yang tidak sebentar untuk sebuah perjuangan.
Saat itu anak laki-lakinya berumur 3 tahun harus meninggal setelah tertabrak kendaraan oknum polisi, tidak ada tindakan tegas dari penegak hukum yang ada hanya janji-janji semata.

Semangat yang luar biasa, dengan jarak tempuh selama 22 hari. Indra Azwan selalu menyempatkan istirahat sejenak di POM bensin, mengobati sebentar kedua kakinya yang melepuh, ia tutup dengan plester berrangkap-rangkap dan kaos kaki tebal, saya tidak bisa membayangkan betapa perih dan lelahnya untuk sebuah keadilan yang dicari di bumi pertiwi.

Kemana perginya keadilan di negeri ini,..?? Kemana pemimpin yang amanah bersembunyi dibalik topeng kekuasaan. Ataukah para pemimpin yang berkuasa sudah tidak punya hati nurani lagi.

Apa jadinya rupa wajah negeriku,.kalau ternyata hukum hanya untuk yang lebih berkuasa dan berduit. Orang kecil sudah amat sering terpinggirkan dalam hidup mereka, mana janji-janji manis yang terucap di saat berkampanye,..?? janji tetaplah akan menjadi janji yang akan dimintakan pertanggung jawabannya kelak dihadapan Tuhan Yang Maha Kuasa.
Istri alm. Munir pun sampai saat ini tak pernah lelah berjuang bukan hanya untuk alm suami tercinta tapi untuk pengharapan luhur berdiri tegaknya keadilan di negeri yang indah ini.
Negeri ini hancur karena sikap-sikap para pemimpinnya yang tidak benar, dan tidak amanah. Berjalanlah dengan hati nurani, melihatlah dengan mata hati, berkatalah dengan mulut kebenaran, bekerjalah dengan tenaga kejujuran, dan bertemanlah dengan orang-orang dhuafa niscaya hatimu akan terasah oleh tajamnya sayatan Kasih sayang Tuhan yang tak terhingga. Seperti yang dikatakan oleh sepasang orang tua yang renta dikisah televisi "tolong" yang mereka cari hanyalah untuk bisa bertahan hidup. Demi makan dan uang mereka masih bekerja keras disaat usianya 85 tahun.
Melihat kisah diatas harusnya para pemimpin disana terselip rasa MALU yang luar biasa pada Tuhan, malu kalau uang yang didapat dari hasil korupsi, malu kalau uang yang diterima untuk anak-anak dari hasil uang sogokan perkara.
Sungguh miris melihat setiap kehidupan di negeri yang indah ini.

Buat Bapak Indra Azwan, jangan pernah lelah untuk berjuang dan janganlah berputus asa karena apabila keadilan tidak bisa didapat didunia, PASTI keadilan akan dipertanyakan di alam akherat oleh Tuhan, dan itu keadilan yang seadil-adilnya.


NOTE : Ayo, tanamkan sikap kesederhanaan,jujur dan adil pada anak-anak kita, karena kelak mereka akan jadi pemimpin-pemimpin Negeri yang indah ini.


salam dari sahabatmu, Endah