Sahabatku....
Manusia itu berproses dari yang kecil menjadi tumbuh dewasa, dari yang tidak punya menjadi kaya dan lain sebagainya.Tapi proses yang mampu melibatkan Tuhan didalamnya adalah proses hidup yang sempurna karena segala sesuatu sudah diatur kesempurnaannya oleh Tuhan Yang Maha Sempurna. Sering kali kita menderita karena melawan apa yang sudah digariskan karena tidak kesesuaian dengan apa yang menjadi keinginan kita. Kita sering melihat sebuah hasil yang memuaskan tanpa mau untuk melihat proses itu sendiri. Padahal sejatinya kehidupan itu dinilai dan dihargai dari proses yang dilakukan tiada henti. Janganlah kita menghargai sesuatu dari hasil tapi biasakanlah untuk melihat sedikit demi sedikit keberlangsungan hidup agar kita bisa memaknainya dengan bijak.
Banggalah dengan apa yang kita punya, misalnya : suami, istri, anak, rumah, mobil, dan segala yang melengkapi kehidupan ini didunia karena semua itu perwujudan dari rasa syukur kita kepada-Nya. Dan tetaplah bekerja keras unutk mendapatkan apa yang ingin kita punya tapi jangan pernah melihat apa yang orang lain sudah punya karena itu bisa mengurangi kadar ke syukuran kita. Ada kata pepatah “rumput tetangga lebih hijau”. Pemaknaan yang mendalam yang harus menyadarkan kita bahwa yang di hadapan kita jauh lebih bagus dari rumput tetangga. Segala sesuatu yang diberikan Tuhan sudah sesuai dengan ukuran kita karena semuanya akan meninggalkan jejak-jejak kesempurnaan Tuhan bagi orang yang mau berfikir dan bersyukur. Sering-seringlah merenung melihat kesempurnaan Tuhan niscaya kita tidak akan menemukan sedikitpun kecacatan dalam pemberian dan penciptaan-Nya.
Hidup ini tinggal mengikuti skenario Tuhan, maka itu bermohonlah untuk bisa menyelesaikan setiap episode dengan penuh kebahagiaan. Dikala Tuhan mengirimkan kepada kita suatu bencana, apa lantas itu karena Tuhan tidak sayang terhadap kita ? bagaimana kalau Tuhan memberi kita harta yang berlimpah, istri/suami yang sempurna,dan anak-anak yang pintar, apakah itu berarti Tuhan sangat menyayangi kita ? jawabannya bisa ya dan tidak. Bencana yang dikirimkan Tuhan yang kita anggap Tuhan tidak sayang, tapi malah membuat kita semakin dekat dengan-Nya sehingga Tuhan menjadi senang dan segera membukakan hikmah dibalik musibah. Malam-malam kita jadi begitu indah dengan airmata penyelasan dan airmata kepasrahan. Tuhan bangga dengan yang kita lakukan. Tuhan teramat senang kala kita bisa kembali pada-Nya. Tapi kalau segala yang kita punya malah membuat kita lupa akan pemberiannya seolah semua didapat dari jerih payahnya saja. Betapa naifnya kita sebagai manusia merasa mampu untuk memiliki semua tanpa campur tangan Tuhan. Sehingga Tuhan tidak melihat lagi malam-malam kita menjadi indah, tidak melihat lagi ratapan doa yang penuh harap. Kemana perginya semua ini hai manusia..!!! keangkuhan dan kesombongan telah menutup indahnya hati kita. Tidak ..!!
Kebahagiaan itu datangnya bukan dari dunia tapi dari seberapa dekat kita bisa membahagiakan Tuhan maka lihatlah bagaimana kebahagian itu berlimpah dari Tuhan.
Sahabatmu,
Endah Martiana
Jumat, 30 Oktober 2009
Selasa, 27 Oktober 2009
KAU
Cipt : Endah Martiana
setiap melihatmu
ada getar-getar yang kurasa
menyelinap memasuki relung hatiku
menembus aliran darahku
membuat aku limbung dalam buaianmu
hadirmu mampu indahkan hariku
semangatkan langkahku
tuk menggapai asa di jiwa
asa yang coba kau tanamkan padaku
coba kau yakinkan aku
aku tahu kau menaruh sepenggal hati untukku
setiap melihatmu
ada getar-getar yang kurasa
menyelinap memasuki relung hatiku
menembus aliran darahku
membuat aku limbung dalam buaianmu
hadirmu mampu indahkan hariku
semangatkan langkahku
tuk menggapai asa di jiwa
asa yang coba kau tanamkan padaku
coba kau yakinkan aku
aku tahu kau menaruh sepenggal hati untukku
CINTA YANG HILANG
Cipt : Endah Martiana
Kasih..
Bolehkah aku mengingatmu
Saat-saat kita berdua
Saat-saat dimana hanya kau dan aku
Seribu kata yang terucap
Tak mampu kalahkan asa didada
Kasih..
Bolehkah aku bermimpi tentangmu
Kala tangan tak lagi dapat merengkuh
Kala mata tak mampu lagi saling menatap
Kala cinta tak boleh terucap
Hanya ingin hatiku kau tahu
Kasih...
Bolehkah aku merajut cinta yang tertinggal
Kala semuanya tak lagi untukku
kala pintu cintamu
tlah tertutup awan kelabu
indahnya tak dapat lagi aku rasakan
damainya tak dapet lagi aku temukan
syahdunya hilang di kegelapan cinta yang rumit
Kasih..
Bolehkah aku mengingatmu
Saat-saat kita berdua
Saat-saat dimana hanya kau dan aku
Seribu kata yang terucap
Tak mampu kalahkan asa didada
Kasih..
Bolehkah aku bermimpi tentangmu
Kala tangan tak lagi dapat merengkuh
Kala mata tak mampu lagi saling menatap
Kala cinta tak boleh terucap
Hanya ingin hatiku kau tahu
Kasih...
Bolehkah aku merajut cinta yang tertinggal
Kala semuanya tak lagi untukku
kala pintu cintamu
tlah tertutup awan kelabu
indahnya tak dapat lagi aku rasakan
damainya tak dapet lagi aku temukan
syahdunya hilang di kegelapan cinta yang rumit
SEMBAH SUJUDKU
Cipt : Endah Martiana
Tuhan...
Berjalan tanpa mu bagaikan berjalan di kegelapan
Tanpa sinar yang bisa dijadikan penunjuk jalan
Tanpa peta yang bisa dijadikan arah dan tujuan
Kakiku berjalan menapaki terjalnya batuan
Terseok-seok dengan sisa nafas dikerongkongan
Terus berjalan hingga tak tentu arah
Tuhan...
Kumencari sosokmu di keheningan malam mencekam
Bermunajat mengagungkan asmaMu
Mengadukan segala gundah didada
Mencurahkan tangis yang ada
Belum pernah rasanya menangis dengan segenap rasa dijiwa
Engkau serasa membuai dan mendekapku
Seraya berkata....tidak seharusnya kamu seperti ini...kamu kuat..!!!!!
Sontak menyadarkanku....betapa aku lemah..
Betapa aku rapuh....
Tuhan...
Batu yang terjal sengaja kau kirimkan untukku..
Untuk membuat aku kuat disegala medan yang ada
Duri yang menancap dikaki..sengaja kau kirimkan itu
Untuk menguji seberapa kuat aku bisa menahan rasa sakit yang ada
Hujan badai yang melanda...sengaja kau kirimkan itu
Untuk menguji seberap kuat aku menghadapi terpaan ujian yang ada
Pada akhirnya.....
Kakiku bersimpuh...dengan tangis yang tak bersuara
Dengan kata yang tak mampu berucap
Hanya bisa menyebut agungnya AsmaMU......
Tuhan kuatkan aku.....
jadikan tangisku sebagai penawar rasa gundahku
jadikan tangisku sebagai penebus atas dosaku yang lalu
jadikan tangisku bisa membhagiakanMu
Tuhan.....ampuni aku atas kekurangsempurnanku
Ampuni aku atas segala kekhilafanku
Tuhan...
Berjalan tanpa mu bagaikan berjalan di kegelapan
Tanpa sinar yang bisa dijadikan penunjuk jalan
Tanpa peta yang bisa dijadikan arah dan tujuan
Kakiku berjalan menapaki terjalnya batuan
Terseok-seok dengan sisa nafas dikerongkongan
Terus berjalan hingga tak tentu arah
Tuhan...
Kumencari sosokmu di keheningan malam mencekam
Bermunajat mengagungkan asmaMu
Mengadukan segala gundah didada
Mencurahkan tangis yang ada
Belum pernah rasanya menangis dengan segenap rasa dijiwa
Engkau serasa membuai dan mendekapku
Seraya berkata....tidak seharusnya kamu seperti ini...kamu kuat..!!!!!
Sontak menyadarkanku....betapa aku lemah..
Betapa aku rapuh....
Tuhan...
Batu yang terjal sengaja kau kirimkan untukku..
Untuk membuat aku kuat disegala medan yang ada
Duri yang menancap dikaki..sengaja kau kirimkan itu
Untuk menguji seberapa kuat aku bisa menahan rasa sakit yang ada
Hujan badai yang melanda...sengaja kau kirimkan itu
Untuk menguji seberap kuat aku menghadapi terpaan ujian yang ada
Pada akhirnya.....
Kakiku bersimpuh...dengan tangis yang tak bersuara
Dengan kata yang tak mampu berucap
Hanya bisa menyebut agungnya AsmaMU......
Tuhan kuatkan aku.....
jadikan tangisku sebagai penawar rasa gundahku
jadikan tangisku sebagai penebus atas dosaku yang lalu
jadikan tangisku bisa membhagiakanMu
Tuhan.....ampuni aku atas kekurangsempurnanku
Ampuni aku atas segala kekhilafanku
Minggu, 25 Oktober 2009
BAYANGMU
Cipt : Endah martiana
Medio : juni 2003
Melihatmu ada dalam bayangan
Seperti melihatmu kala dulu
Ketika duduk dan makan dengan lahapnya
Ketika mandi dan bermain air bersama
Ketika menggelar sajadah dan berdoa
Ketika pergi dan jalan berdua
Ketika tidur dan bercerita
Ketika kurasa harumnya badanmu
Semua yang kulihat dulu dan sekarang
Begitu menyesakkan hatiku
Kuberjalan ketempat indahmu
Dengan membawa berjuta kerinduan
Aku bercerita..
Bedoa..
Menangis...
Mungkinkah kau dengar cerita dan doaku
Aku bisa merasakan kehadiranmu disitu
Aku ingin berjumpa denganmu
Tapi yang aku lihat
Selalu hanya namamu terukir indah dibatu nisanmu
Medio : juni 2003
Melihatmu ada dalam bayangan
Seperti melihatmu kala dulu
Ketika duduk dan makan dengan lahapnya
Ketika mandi dan bermain air bersama
Ketika menggelar sajadah dan berdoa
Ketika pergi dan jalan berdua
Ketika tidur dan bercerita
Ketika kurasa harumnya badanmu
Semua yang kulihat dulu dan sekarang
Begitu menyesakkan hatiku
Kuberjalan ketempat indahmu
Dengan membawa berjuta kerinduan
Aku bercerita..
Bedoa..
Menangis...
Mungkinkah kau dengar cerita dan doaku
Aku bisa merasakan kehadiranmu disitu
Aku ingin berjumpa denganmu
Tapi yang aku lihat
Selalu hanya namamu terukir indah dibatu nisanmu
SALAH
Cipt : Endah Martiana
Putraku...
Aku yang menginginkanmu
Sehingga aku bisa mengandungmu
Memilikimu didalam tubuhku
Menyatu dalam aliran darahku
Ketika tiba saatnya kau ada
Aku yang melahirkanmu
Dengan penuh perjuangan
Keringat dan darah
Aku yang membuaimu
Dengan belain kasih dan sayang
Dengan untaian doa dan harapan
Hingga sampai saat kau besar
Kau memanggilku “mama”
Sehingga ku sangka kau milikku..selamanya..
Tapi aku telah salah besar
Aku hanya tempatmu bersandar dalam doa dan pengharapan
Putraku...
Aku yang menginginkanmu
Sehingga aku bisa mengandungmu
Memilikimu didalam tubuhku
Menyatu dalam aliran darahku
Ketika tiba saatnya kau ada
Aku yang melahirkanmu
Dengan penuh perjuangan
Keringat dan darah
Aku yang membuaimu
Dengan belain kasih dan sayang
Dengan untaian doa dan harapan
Hingga sampai saat kau besar
Kau memanggilku “mama”
Sehingga ku sangka kau milikku..selamanya..
Tapi aku telah salah besar
Aku hanya tempatmu bersandar dalam doa dan pengharapan
BAIT UNTUK TUHANKU
Cipt : Endah Martiana
Tuhanku...
Kau ingin menyayangiku
Dengan takdirmu ini
Kau ingin mengangkat dosa-dosaku
Hingga aku harus bersabar dengan segala keinginan-Mu
Tuhan..
Kau ingin agar aku bisa dekat dengan-MU
Kau ingin menguji keikhlasanku dan ketulusanku
Tuhanku
Sungguh nista diriku ini
Yang tak pantas menerima kasih-Mu
Aku selalu meminta dan meminta
Tapi kau....
Selalu memberi dengan pancaran kasih-Mu
Sudah butakah mata hatiku
Sudah tulikah telingaku..???
Tuhanku...
Kau ingin menyayangiku
Dengan takdirmu ini
Kau ingin mengangkat dosa-dosaku
Hingga aku harus bersabar dengan segala keinginan-Mu
Tuhan..
Kau ingin agar aku bisa dekat dengan-MU
Kau ingin menguji keikhlasanku dan ketulusanku
Tuhanku
Sungguh nista diriku ini
Yang tak pantas menerima kasih-Mu
Aku selalu meminta dan meminta
Tapi kau....
Selalu memberi dengan pancaran kasih-Mu
Sudah butakah mata hatiku
Sudah tulikah telingaku..???
SECERCAH BINTANG
Cipt : Endah Martiana
Kala kupandangi langit malam
Terlihat terang cahaya bintang dan bulan
Menatap gemerlapnya bintang
Disanakah anakku bermain dengan senangnya
Mungkin juga dia sedang bergembira
Dengan Sang Yang Maha Tinggi
Aku selalu melihat
Ada satu bintang diujung sana
Yang selalu terang dengan cahayanya
Yang sangat indah
Seakan dia ingin menyapaku
“disinilah aku mama..”
“aku bahagia bisa bertemu dengan-Nya”
‘Jangan risaukan aku mama..”
Air mata doa dan kerinduan mengalir
Bagai embun dipagi hari
Tatkala aku tundukkan wajahku
Aku melihat diriku sendiri
Berteman dalam sepi
Terduduk membisu diteras rumahku
Kala kupandangi langit malam
Terlihat terang cahaya bintang dan bulan
Menatap gemerlapnya bintang
Disanakah anakku bermain dengan senangnya
Mungkin juga dia sedang bergembira
Dengan Sang Yang Maha Tinggi
Aku selalu melihat
Ada satu bintang diujung sana
Yang selalu terang dengan cahayanya
Yang sangat indah
Seakan dia ingin menyapaku
“disinilah aku mama..”
“aku bahagia bisa bertemu dengan-Nya”
‘Jangan risaukan aku mama..”
Air mata doa dan kerinduan mengalir
Bagai embun dipagi hari
Tatkala aku tundukkan wajahku
Aku melihat diriku sendiri
Berteman dalam sepi
Terduduk membisu diteras rumahku
TAK BERDAYA
Cipt : Endah Martiana
Kalaulah saja mulutku bisa berteriak
Pastilah kau akan berteriak
“jangan tinggalkan aku”
Kalaulah dengan tidurku aku bisa bertemu
Pastilah aku tak akan bangun dari mimpiku
Hingga aku selalu bersamamu
Kalaulah aku bisa menggenggammu erat
Pastilah aku tak akan pernah melepaskanmu
Hingga kau selalu kudekap
Kalaulah aku bisa..
Kalaulah aku bisa,..
Kalaulah saja mulutku bisa berteriak
Pastilah kau akan berteriak
“jangan tinggalkan aku”
Kalaulah dengan tidurku aku bisa bertemu
Pastilah aku tak akan bangun dari mimpiku
Hingga aku selalu bersamamu
Kalaulah aku bisa menggenggammu erat
Pastilah aku tak akan pernah melepaskanmu
Hingga kau selalu kudekap
Kalaulah aku bisa..
Kalaulah aku bisa,..
RINDUKU PADAMU
Cipt : endah Martiana
Kalaulah aku bisa tersenyum dengan dukaku ini
Kalaulah aku bisa berbahagia dengan kepedihan hatiku
Hatiku penuh sesak
Yang aku sendiri tak pernah mengerti
Apa yang ingin kau tunjukan padaku dengan derita ini
Apa yang ingin kau sampaikan padaku
Sehingga kau buat aku seperti ini
Kadang aku ingin sujudku terhenti
Hingga kau jawab doa dan ratapanku ini
Kadang aku ingin ragaku tertidur
Hingga terjawab semua pengharapanku
Kadang aku merasa letih
Tapi kalbuku tak pernah letih
Mencari sinar dan cahayaMU
Kalaulah waktu bisa berputar kembali...
Tapi sang waktu tidak akan pernah bisa kembali
Kalaulah aku bisa tersenyum dengan dukaku ini
Kalaulah aku bisa berbahagia dengan kepedihan hatiku
Hatiku penuh sesak
Yang aku sendiri tak pernah mengerti
Apa yang ingin kau tunjukan padaku dengan derita ini
Apa yang ingin kau sampaikan padaku
Sehingga kau buat aku seperti ini
Kadang aku ingin sujudku terhenti
Hingga kau jawab doa dan ratapanku ini
Kadang aku ingin ragaku tertidur
Hingga terjawab semua pengharapanku
Kadang aku merasa letih
Tapi kalbuku tak pernah letih
Mencari sinar dan cahayaMU
Kalaulah waktu bisa berputar kembali...
Tapi sang waktu tidak akan pernah bisa kembali
Langganan:
Postingan (Atom)