Sabtu, 31 Juli 2010
Kecil itu Indah,..!!
Massage yg ingin disampaikan dari peristiwa diatas bukannya berarti kalau kita sedang naik bus lalu ketemu batu, batu itu hrs kita pungut; tetapi massage yang ingin dikemukakan disini adalah janganlah kita meremehkan yg kecil-kecil. Karena yg kecil itu bisa jadi suatu ketika akan menjadi sangat besar nilainya. Jangan kita meremehkan ibadah-ibadah yg kelihatannya sepele, karena yg sepele ini boleh jadi justru akan menentukan posisi "timbangan" kita di pengadilan akhir kelak. Ucapkan salam, mengunjungi yg sakit, ta'ziah, memenuhi undangan, senyum, istiqfar, sedekah dan ibadah-ibadah lain yg seringkali kita abaikan karena kecilnya.
"sesungguhnya perbuatan-perbuatan yg baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yg buruk,.......QS. Hud (11) : 114
Selasa, 16 Maret 2010
Kerusakan Alam
“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan krn perbuatan tangan manusia supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari perbuatan mereka agar mereka kembali .” . Bumi Indonesia terkoyak. Negeri beribu pulau yg indah permai tiba-tiba menjadi negeri yg kaya akan musibah. Tidak hanya di daratan tidak hanya di lautan di udara pun ada musibah. Ketika hujan tertahan dari langit Indonesia kekeringan. Gunung Kidul Demak Boyolali dan tempat-tempat lain kekurangan air. Petani menjerit. Hujan kemudian turun. Tiba-tiba Bojonegero dan Jakarta banjir bandang. Belum kering luapan banjir pasar Tanah Abang Senen dan permukiman Manggarai kebakaran. Sebuah pemandangan yg tampak ironis. Betapa tidak? api dan air mengamuk bersama di tempat yg berdekatan. Pasar Tanah Abang luluh lantak hancur berkeping-keping. Kerugian ditaksir mencapai triliunan rupiah. Bukan hanya kerugian ekonomi yg diperkirakan dampak sosial psikologis dan keamanan turut menghantui.
Giliran laut “unjuk gigi”. KM Mutiara tenggelam di perairan Sumatera. Kapal karam krn kerusakan mesin. Puluhan korban berhasil dievakuasi. Selebihnya belum diketahui nasib dan rimbanya krn pemerintah memutuskan penghentian pencarian korban. Udara tak ketinggalan. Belum sepi langit Indonesia dari batuk gunung berapi Papandayan Merapi dan muntahan lahar gunung di Menado sebuah heli jatuh di hotel Sahid Jaya Jakarta.
Sebelumnya pesawat jenis cassa jatuh di Kalimantan juga di Jawa Barat tragis dan mengenaskan! Heli yg sedianya mendarat di lantai 22 jatuh berkeping-keping memenuhi kolam renang di lantai 3. Tiga orang tewas seketika termasuk Mayor TNI AU Affandi Malik sang pilot. Ini belum cerita soal tanah longsor gagal panen padi petani gagal panen ikan tambak akibat banjir kecelakaan kereta api dan lain-lain. Demikian musibah datang bertubi-tubi. Anak Bangsa yg memiliki nurani turut prihatin sedih dan pilu.
Namun cukupkah kita tenggelam dalam kesedihan dan kesedihan? Peristiwa demi peristiwa semestinya menjadi bahan introspeksi ada apa dgn musibah? Adakah yg salah dgn diriku masyarakatku pemimpinku? Perhatikan firman Allah yg Maha Kuasa
“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan krn perbuatan tangan manusia supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari perbuatan mereka agar mereka kembali .” .
Kerusakan di darat dan di laut disebabkan ulah anak manusia. Ibnu Katsir menuliskan makna “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan krn perbuatan tangan manusia..” adl seperti kurangnya panen pada tanaman dan tumbuhan yg disebabkan krn kemaksiatan. Abul ‘Aliyah berkata “Barang siapa bermaksiat kepada Allah di muka bumi maka sungguh ia telah merusak bumi krn baiknya bumi dan langit adl dgn ketaatan .” Maksiat? maksiat?! Ia menjadi sumber bencana. Karena maksiat barakah tertahan; krn maksiat musibah berdatangan. Padahal umumnya manusia sekarang akrab dgn maksiat. Maksiat tak mengenal kasta. Dari kawula alit hingga birokrat orang miskin hingga orang kaya pinggiran hingga gedongan semua tenggelam dalam maksiat ria. Bahkan kiai pun tak sunyi dari maksiat. Kok? ya tengok rapat MUI Jombang beberapa waktu lalu. Seorang kiai keberatan atas pencekalan Inul alasannya goyangan Inul dalam konteks mencari nafkah. Dan menampakkan aurat krn bekerja adl halal na’udzu billah. Ya ketika syahwat memuncak manusia sering kehilangan akal sehatnya. Pada level pemimpin bangsa maksiat yg mencolok adl mengabaikan amanah baik amanah yg menyangkut hak Allah maupun hak rakyat. Hak Allah yg diabaikan adl hukum-hukum-Nya yg tidak ditunaikan sedangkan hak rakyat yg diabaikan adl hak utk diayomi dilindungi dan disejahterakan. Para pejabat justru mengeksploitasi rakyat bak sapi perahan. Rakyat seperti komoditas yg bernilai jual tinggi. Semua demi syahwat kuasa dan kekayaan baik utk pribadi maupun kelompok. Betapa banyak pejabat menjadi kaya raya yg melampaui gajinya berumah megah bermobil mewah berlaku jetset dan borjuis. Sementara bagi rakyat mencari sesuap nasi sulitnya minta ampun. Untuk makan saja harus “senin-kemis” itu pun masih ditingkahi kenaikan harga yg membubung tinggi. Soal korupsi alamaaak jangan ditanya lagi! Oleh PERC lembaga penelitian yg bermarkas di Hongkong Indonesia bahkan dinobatkan sebagai negara terkorup se-Asia. Sedemikian canggihnya hingga tindak korupsi di Indonesia sulit dibuktikan secara hukum. Tetapi ia seperti kentut baunya terasa tapi wujudnya tak terlihat. Karenanya ketika seorang tokoh menyatakan partainya sebagai terkorup dia kesulitan memberikan bukti materiil meski banyak orang meyakini kebenarannya. Sebab lain datangnya musibah adl hilangnya budaya malu. Level akar rumput masyarakat tenggelam dalam “inulian” joget-joget tari-tarian yg mengumbar aurat dan menganggapnya semua itu sebagai kewajaran. “Gilanya” ketika pro- kontra jogetan erotis merebak sebuah partai besar malah hendak menjadikan si penjoget menjadi maskot. Seolah akhlak moral dan etika tak penting lagi bagai nilai usang yg kolot dan harus direformasi dgn nilai permisif .
Hadis berikut patut dicamkan. Dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah saw. bersabda “Hai golongan Muhajirin ada lima perkara jika kamu ditimpa atau ia terjadi di lingkunganmu-saya berlindung kepada Allah jika hal itu terdapat di antaramu. Bila suatu kaum melakukan perzinaan secara terang-terangan mereka akan diserang penyakit yg belum pernah dialami oleh nenek moyang mereka. Bila mereka mengurangi timbangan dan takaran mereka akan dihukum dgn kepapaan dan kemiskinan serta kelaliman dari pihak penguasa. Bila mereka enggan membayar zakat harta mereka mereka akan terhalang beroleh hujan dari langit kalaulah bukan krn hewan ternak tiadalah mereka akan pernah diberi hujan. Bila mereka melangar janji Allah dan janji Rasul-Nya mereka akan dijajah musuh dari bangsa lain yg akan merampas sebagian kekayaan mereka. Bila pemimpin mereka tidak menjalankan hukum-hukum yg tertera dalam kitabullah maka silang sengketa akan berkobar di antara mereka.” .
Fenomena sosial ini menghajatkan perubahan. Tentu bukan perkara mudah mewujudkannya. Harapan tinggal tertumpu kepada pemilik nurani yg berpihak kepada kebenaran dan keadilan. Kuncinya sabar dan istiqamah. Tidak lelah dalam menyuarakan seruan moral selirih apa pun suara itu. Dengan harapan seruan itu dapat menghadang laju percepatan kemungkaran krn kemungkaran yg berlarut menjadi sumber bencana. Ketika bencana tiba kadang ia tidak mengenal lagi mana orang baik dan mana orang buruk. Bukankah Rasulullah saw. bersabda “Tidaklah suatu kaum yg kemaksiatan dilakukan di tengah-tengah mereka padahal mereka lbh kuat dan besar jumlahnya dari yg melakukannya namun tidak mengubahnya kecuali Allah timpakan azab utk mereka secara umum.” . Semoga musibah yg menimpa bangsa ini menyadarkan kita utk kembali ke jalan Allah Ta’ala sebagaimana bunyi dari akhir ayat di atas “.. supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari perbuatan mereka agar mereka kembali .”Wallahu a’lam. .
Melihat dari dekat Lumpur Lapindo
Setelah dari surabaya kita berangkat menuju Batu malang, melewati jalan Tol. Perjalanan cukup lancar padahal hari ini hari minggu. Kita ambil jalur menuju Porong, untuk melihat dari dekat kondisi Lumpur lapindo sekarang tgl 14 maret 2010.
Luar biasa...!! Allahu Akbar.....seluas inikah ..???
Lumpur lapindo bisa menenggelamkan beberapa desa. Saya menaiki tanggul dengan tangga darurat yang dibuat orang warga sekitar, sebelum menaiki tangga kita menyeberang aliran air semacam selokan, jangan dikira airnya sangat bau sekali. Kemudian melewati rel kereta yang sekarang sudah tidak di pakai lagi, baru kemudian menaiki tangga darurat, dgn tinggi tanggul mungkin 10 m atau lebih. Saya dipungut oleh warga sekitar ,biaya masuk Rp.20.000 dan biaya parkir mobil Rp. 3.000.
Setelah sampai atas tanggul, tanah tanggul agak basah sehingga menenggelamkan sepatu saya. Ampun deh...!! sepatu penuh dengan lumpur bau yang tidak sedap. Hemmm...mana tidak ada air lagi. Apes deh..!!
Saya dan kelurga tak lupa berfoto bersama, disini juga ada fotografer amatiran yang siap mengabadikan anda dengan foto langsung jadi. Ada juga penjual VCD tentang Lumpur Lapindo berseri 2 keping seharga Rp. 35.000.
Begitu luasnya sepanjang mata memandang hanya hamparan lumpur, tampak dari jauh semburan yang masih ada. Allahu akbar... lumpur yang ada dalam perut bumi menyembur keluar tanpa tahu kapan berhentinya. Saya masih tidak bisa membayangkan kalau seandainya tanggul yang begitu tinggi itu jebol. Waduh ...gak tahu deh..pasti akan banyak korban jiwa karena diseberang jalan tanggul nampak masih berpenghuni.
Musibah yang luarbiasa, kita sebagai manusia tidak akan pernah bisa mengelak dari apa yang sudah digariskan Tuhan, suka tidak suka, enak tidak enak, kalau sudah waktunya terjadi kita harus siap dan ikhlas. Saudara- saudara kita yang dulu tinggal disitu, pastilah kehilangan harta benda. Rumah yang mereka bangun dari mengumpulkan rupiah demi rupiah akhirnya harus musnah tak tersisa. Dulu ada pabrik besar di sebelah semburan, sekarang semuanya sudah tidak nampak sedikitpun. Kita bisa bayangkan tinggi atap sebuah pabrik besar, pastilah tinggi. Begitu banyaknya lumpur yang menyembur kelur. Makam keluarga pun tak luput dari terjangan lumpur, tak tersisa.
Musibah selalu mendatangkan kepedihan tersendiri bagi mengalaminya. Meninggalkan jejak-jejak Sang Pencipta. Kita hanya bisa pasrah untuk setiap episode kehidupan kita. Tidak pernah tahu apa yang akan terjadi didepan kita, saat ini kita bisa tertawa mungkin lusa kita akan menangis. Hanya pada Tuhan tempat kita berserah diri.
“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan krn perbuatan tangan manusia supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari perbuatan mereka agar mereka kembali .”
Rabu, 27 Januari 2010
Celana monyet
Salah satu sifat terpuji menurut agama manapun adalah mau mengakui kesalahan sendiri yang terlanjur dilakukan. Orang bijak berkata , “Orang yang berakal adalah bukannya orang yang pandai mencari-cari akal untuk menbenarkan kejelekannya setelah ia terjatuh kedalamnya, tapi orang yang berakal adalah orang yang pandai menggunakan akalnya untuk mengakali kejelekannya agar dirinya tidak terjatuh kedalamnya.”
Para pakar psikologi mengatakan bahwa kemampuan mengakui kesalahan sendiri adalah salah satu indikator kedewasaan jiwa seseorang. Oleh karena itu setua apapun usia Anda, tetapi bila Anda belum mampu untuk mengakui kesalahan yang terlanjur Anda lakukan, maka Anda pada hakikatnya tidak lebih dari anak ingusan yang sok dewasa..!!
Begitu juga sifat arogan yang tidak senang mendengarkan kritikan dari orang lain. Sikap ini benar-benar konyol..!! coba bayangkan, mestinya ia berterima kasih kepada orang yang secara gratis mau memberitahukan kekurangan yang ada padanya. Apalagi Allah dalam Al Quran jelas-jelas menyuruh manusia untuk saling nasehat- menasehati mengenai kebenaran. Tidaklah salah kiranya bila sifat tabu terhadap kritikan ini menunjukan bahwa orang yang demikian itu sebenarnya hanya baru sebatas mampu memakai baju orang dewasa, sementara jiwanya sendiri sebenarnya masih terkurung dalam celana monyet..!!
Cobalah berpikir dengan jernih, kiranya semua orang akan setuju bahwa bila kita mau mengakui kesalahan ataupun terbuka terhadap kritikan, justru akan membuat orang semakin respek pada diri kita. Namun sebaliknya sikap mencari-cari alasan atau marah bila dikritik malahan membuat orang mencibir. Lalu mengapa kita masih sulit keluar dari nafsu jelek ini..??? masalahnya mungkin adalah karena kita terlalu takut dengan pandangan orang daripada pandangan Allah. Atau barangkali kita lebih rela kehilangan hati nurani daripada kehilangan muka.. Allahu Akbar
Minggu, 24 Januari 2010
Puncak Suralaya dan Pantai Kuwaru
Tgl 24 januari 2010, Hari minggu yg cerah, matahari bersinar dengan terangnya, awan putih tersirat sedikit di birunya langit. Ingin pergi kemana ya...??? selalu itu yg kami lakukan, tidak pernah rencana, tiba-tiba saja ingin ke suatu tempat membuang jenuh. Tapi sekali lagi kemana ya..??? berbekal info sekilas yang pernah kami baca di koran lokal tentang Puncak Suralaya, kami langsung browsing di internet, mencari informasi dan lokasinya. Memang sangat indah, ini dulu tempat pertapaan Sultan Agung Hanyakrakusuma, raja besar Mataram, begitu dikisahkan dalam kitab "Cebolek", karya R.Ng, Yasadipura, pujangga Kasunanan Surakarta di abad 18. Tempat semadi di puncak perbukitan di kawasan perbatasan D.I. Yogyakarta dan Jawa Tengah dengan ketinggian 1017 meter di atas permukaan laut itu bernama Suralaya.
Pantai Kuwaru merupakan salah satu pantai di Bantul terletak di sebelah timur Pantai Pandansimo. Secara administratif pantai tersebut termasuk wilayah dusun Kuwaru Desa Poncosari Kecamatan Srandakan. Jarak dari kota Yogyakarta sekitar 29 KM. Untuk menuju pantai ini cukup mudah karena tersedia fasilitas jalan yang memadai. Di pantai ini selain kita dapat menikmati deburan ombak pantai selatan tersedia pula warung -warung makanan dengan sajian menu beragam. Satu hal yang membedakan dengan pantai lain di Bantul yaitu di Pantai Kuwaru kita dapat menikmati hembusan angin pantai sambil makan ataupun bersantai di bawah rindangnya pohon cemara. Rindangnya pantai tersebut berkat usaha penghijauan yang dilakukan warga sejak sekitar enam tahun lalu.
Selesai makan kita coba lihat keindahan Pantai Kuwaru, pohon cemara udangnya memang membuat teduh, hampir sepanjang kami lihat semua tertanam cemara udang. Sayang pinggir pantainya kotor sekali dengan bungkus bekas. Kenapa ya orang kita suka sekali membuang sampah sembarangan..
Minggu, 29 November 2009
Tasbih Buat Ibu
Sebentar lagi hari Ibu, hadiah apa yang pantas aku berikan pada nya. Aku masih saja berpikir dan berpikir. Ibu ..kau sosok yang amat berjasa padaku, aku sudah tidak bisa lagi menghitung berapa kali kau membelaiku diwaktu kecil, Mendekapku dikala aku takut, mengusap air mataku disaat aku menangis, menjagaku disaat aku sakit. Kau begitu berarti bagiku.
Kau membelikanku mainanan yang aku sukai, yang kemudian aku tahu kau membelikannya dari sisa uang belanja yang kau tabung. Dan sekarang..aku ingin sekali membahagiakanmu dengan membelikan sesuatu untukmu, tapi itu serasa tak pantas untuk membalas semua yang kau berikan untukku.
Aku tahu kau selalu terjaga disaat aku sakit, menjagaku hingga kau nampak lelah terlelap disamping ranjangku, membuatkanku bubur supaya aku mau makan, kau begitu takut ketika demamku tambah tinggi seolah-olah aku akan pergi, kau dengan telaten memberiku obat meskipun aku tak suka. Sekarang... Ibu..diusiamu yang senja, apa aku bisa merawatmu setulus kau merawatku diwaktu kecil, menjagamu setiap saat, sanggupkah aku..???
Ketika aku besar, aku menangis karena suatu hal, kau dengan tulus mengusap air mataku dan membelaiku dengan belaian kasih tangan Tuhan, belaian yang mampu membuatku kuat melewati semuanya. Dan sekarang...aku tahu setiap kau menangis dipenghujung malam, aku dengar ada doa yang kau panjatkan untukku. Doa yang sangat indah yang menjadikan Tuhan memberikan kebaikannya untukku. Aku tak mampu mengusap air matamu karena melihatmu menangis saja aku tidak berdaya.
Setiap malam Tasbihku hanya untuk ibu seorang...itu yang selalu ingin aku lakukan..
Note : Salamku tuk Ibu tercinta di seluruh Indonesia yang telah melahirkan putra-putri yang hebat dan luar biasa.
Selasa, 17 November 2009
ADA APA DENGAN 2012
Ada apa dengan 2012 ? ini menjadi pertanyaan besar bagi manusia penduduk bumi akhir-akhir ini. Pertanyaan yang tidak mudah untuk dijawab dari sudut pandang kita sebagai manusia yang notabene punya kemanpuan terbatas untuk menelaah seluruh isi dan kejadian alam semesta ini. Untuk meneliti bagaimana bumi ini terjadi dan terbentuk seperti sekarang ini saja kita masih belum mampu mengungkapkannya dengan jelas, apalagi kejadian di tahun 2012 dimana katanya akan terjadi kiamat. Beriman kepada hari kiamat merupakan unsur pokok keimanan dalam Islam. Tanpa beriman kepada hari kiamat, iman seseorang tidak akan diterima. Sebagaimana tidak diterima apabila tidak beriman kepada Allah, malaikat-malaikat Allah, kitab-kitabNya, rasul-rasulNya, dan qadha qadar dariNya.Allah Subhannahu wa Ta’ala berfirman:
“…Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, rasul-rasulNya, dan hari kemudian (kiamat), maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya.”(An-Nisaa’:136).
Berawal dari ramalan kiamat dari suku maya, Bangsa Maya Kuno hidup pada 2000 SM sampai 250 M, dan mengalami masa keemasan 250 M sampai 900 M di sepanjang pantai utara Semenanjung Yucatan Meksiko, yang kini dikenal sebagai Mek¬siko Selatan, Guatemala dan Be¬lize.Dalam sejarah peradaban kuno dunia, Bangsa Maya bagaikan bangsa yang diturunkan dari langit, mengalami zaman yang cemerlang, kemudian lenyap secara misterius.Mereka menguasai pengetahuan astronomi yang khusus dan mendalam, sistem penanggalan yang sempurna, perhitungan perbintangan yang rumit serta metode pemikiran abstrak yang tinggi. Kesempurnaan dan akurasi dari pada penanggalannya membuat banyak para ahli takjub!. Pada kalender yang dibuat oleh bangsa Maya, 21 Desember 2012 adalah akhir dari perhitungan kalender tersebut dan selama ini kalender bangsa Maya terbukti keakuratannya. Sehingga, banyak orang menyimpulkan bahwa tanggal tersebut hari kiamat akan datang dan semua umat manusia akan musnah. Namun, suku Maya saat ini secara keseluruhan tidak menaruh ketertarikan apapun pada 2012.
Nah berawal dari inilah kemudian Film tentang kiamat 2012 di buat dan sekarang sedang diputar diseluruh dunia. Hebat sekali film ini hingga setiap manusia membahasnya. Tidak ketinggalan buku-buku yang mengulas tentang 2012 juga laris manis. Kadang jadi berpikir, ramalan suku maya di expose besar-besaran kemudian tidak berapa lama filmnya keluar. Ada apa ini kok seperti jadi berhubungan, seperti sebuah strategi pemasaran karena kalau kita lihat lebih keujungnya adalah nominal yang fantastis. Diketahui, secara global film ini sudah diputar di 105 negara dan bayangkan saja baru diputar tiga hari, film yang dibintangi oleh John Cusack itu sudah meraup pendapatan sebesar US$ 225 juta atau sekitar Rp 2,1 triliun lebih. Hemmm....fantastis..!!
Columbia Pictures, distributor film '2012', menyebut kalau film yang bercerita mengenai akhir zaman itu menjadi yang terlaris sepanjang sejarah.F ilm yang disutradarai oleh Roland Emerich mampu berada di puncak box office dalam waktu 3 hari. Sutradara Roland Emmerich memang doyan menampilkan bencana dahsyat di film-film garapannya. Setelah '2012' dan 'The Day After Tomorrow', Roland berniat untuk menghancurkan bumi sekali lagi di sekuel 'Independence Day'.Untuk di Indonesia, sejumlah bioskop jaringan 21 juga dipenuhi antrean penonton yang penasaran dengan film '2012'. Apakah anda juga termasuk menambah daftar panjang antrean di bioskop kesayangan anda..?????
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Malang melarang masyarakat untuk menyaksikan film '2012'. Sementara, Ketua MUI Pusat, Amidhan mengungkapkan secara pribadi tidak ada masalah dengan film tersebut. "Secara pribadi saya tidak masalah, asal film '2012' tidak diasosiasikan dengan hari kiamat, karena hari terakhir itu tidak ada yang tahu. Film itu juga film fiksi bukan kisah nyata," ujar Amidhan. Pelarangan MUI Malang ini saya anggap sebagai kasih sayang seorang Ayah kepada anaknya. Seperti kita melarang anak kita menonton tayangan horor atau mistis misalnya. Karena tayangannya bisa menyebabkan gangguan secara psikis. Yang lebih menakutkan lagi apabila secara tidak sadar kita percaya bahwa kiamat akan benar-benar terjadi pada tgl 21 desember 2012. Ini akan membahayakan dan mengikis akidah kita tanpa kita sadari. Dan ini lebih berbahaya dari kiamat itu sendiri karena kita sudah mempercayai ramalan dalam kalender tsb yang artinya sama saja kita mempersekutukan Allah yang sudah jelas-jelas dipaparkan dalam Al Quran bahwa kiamat itu datangnya hanya Allah Yang Maha Tahu. Nabi yang terkasih kita pun tidak tahu akan hal ini apalagi kita yang manusia biasa. Nabi juga telah menjelaskan tanda-tandanya. Kita juga bisa buka Al Quran dalam surah Al qiyamah dan Al a'raf 187.
Nah sekarang masyarakat punya pilihan untuk mau menonton atau tidak. Kalau saya pribadi tidak melarang tapi tidak juga menganjurkan. Saya lebih melihat kesempatan takut akan kiamat ini kita gunakan sebanyak-banyaknya untuk istighfar, bertobat, dan memperbanyak amalan baik kita, bukan tidak mungkin tidak usah menunggu kiamat, besok atau lusa kita bisa saja meninggal.Apa yang akan kita bawa menghadap Tuhan Yang Maha Kasih kalau bukan seuntai doa pertobatan dari manusia yang hina dina ini. Tuhan itu Maha Kasih Maha Sayang, gunakan waktu yang ada untuk mendekatkan diri lebih banyak kepada-Nya. So..mari kita perbaiki diri kita hingga saatnya tiba kita bisa menghadapnya dengan senyuman yang paling indah.
Wallahu a'lam.
Minggu, 01 November 2009
DILEMA CINTA
Pernah ada satu hati mengisi hidupku
Pernah menceriakan hari-hariku
Hingga setiap nafasku selalu ada namamu
Kamu sungguh mempesonaku
Membuatku tiada ingin jauh darimu
Sedetik saja perpisahan kita
Mampu membuatku terjaga
Malamku ada kamu
Di lamunku ada kamu
Di tidurku pun ada kamuKamu dan kamu
Telah menghipnotis seluruh jiwaku
Jiwa yang mendamba akan kasihmu
Seperti bulan dan bintang yang selalu bersama
Seperti langit dan bumi yang saling menlengkapi
Tapi semua seperti hilang..
Manakala diri harus berpasrah dalam keputusan
Yang membuat kita harus berpisah
Mengapa..????
Inilah aku..
Inilah keputusanku
Tapi..
Sepertinya kau tidak berdaya
Mana cintamu
Yang kau katakan padaku
Mana harapanmu
Yang kau tanamkan untukku
Semuanya terasa hilang ditelan ketidakberdayaanmu
Dan sekarang..
Kau datang disaat yang sudah berbeda
Aku dengan separuh jiwaku
Dan kau dengan separuh jiwamu
Kau katakan penyesalan padaku
Aku menyesal meninggalkanmu
Aku menyesal dengan keputusan bodohku
Seribu duka di hatimu tak akan mampu mengubahnya
Kau hanya terdiam
Terpaku
Tanpa kata
Seolah menyiratkan kalau kau masih begitu menyayangiku
Namun sayang.....
Telah ada hati lain tersimpan di hati kita
Dan itu janji kita pada-Nya
just for someone, hopefully have the pleasure
Jumat, 30 Oktober 2009
Catatanku medio 30 Oktober 2009
Manusia itu berproses dari yang kecil menjadi tumbuh dewasa, dari yang tidak punya menjadi kaya dan lain sebagainya.Tapi proses yang mampu melibatkan Tuhan didalamnya adalah proses hidup yang sempurna karena segala sesuatu sudah diatur kesempurnaannya oleh Tuhan Yang Maha Sempurna. Sering kali kita menderita karena melawan apa yang sudah digariskan karena tidak kesesuaian dengan apa yang menjadi keinginan kita. Kita sering melihat sebuah hasil yang memuaskan tanpa mau untuk melihat proses itu sendiri. Padahal sejatinya kehidupan itu dinilai dan dihargai dari proses yang dilakukan tiada henti. Janganlah kita menghargai sesuatu dari hasil tapi biasakanlah untuk melihat sedikit demi sedikit keberlangsungan hidup agar kita bisa memaknainya dengan bijak.
Banggalah dengan apa yang kita punya, misalnya : suami, istri, anak, rumah, mobil, dan segala yang melengkapi kehidupan ini didunia karena semua itu perwujudan dari rasa syukur kita kepada-Nya. Dan tetaplah bekerja keras unutk mendapatkan apa yang ingin kita punya tapi jangan pernah melihat apa yang orang lain sudah punya karena itu bisa mengurangi kadar ke syukuran kita. Ada kata pepatah “rumput tetangga lebih hijau”. Pemaknaan yang mendalam yang harus menyadarkan kita bahwa yang di hadapan kita jauh lebih bagus dari rumput tetangga. Segala sesuatu yang diberikan Tuhan sudah sesuai dengan ukuran kita karena semuanya akan meninggalkan jejak-jejak kesempurnaan Tuhan bagi orang yang mau berfikir dan bersyukur. Sering-seringlah merenung melihat kesempurnaan Tuhan niscaya kita tidak akan menemukan sedikitpun kecacatan dalam pemberian dan penciptaan-Nya.
Hidup ini tinggal mengikuti skenario Tuhan, maka itu bermohonlah untuk bisa menyelesaikan setiap episode dengan penuh kebahagiaan. Dikala Tuhan mengirimkan kepada kita suatu bencana, apa lantas itu karena Tuhan tidak sayang terhadap kita ? bagaimana kalau Tuhan memberi kita harta yang berlimpah, istri/suami yang sempurna,dan anak-anak yang pintar, apakah itu berarti Tuhan sangat menyayangi kita ? jawabannya bisa ya dan tidak. Bencana yang dikirimkan Tuhan yang kita anggap Tuhan tidak sayang, tapi malah membuat kita semakin dekat dengan-Nya sehingga Tuhan menjadi senang dan segera membukakan hikmah dibalik musibah. Malam-malam kita jadi begitu indah dengan airmata penyelasan dan airmata kepasrahan. Tuhan bangga dengan yang kita lakukan. Tuhan teramat senang kala kita bisa kembali pada-Nya. Tapi kalau segala yang kita punya malah membuat kita lupa akan pemberiannya seolah semua didapat dari jerih payahnya saja. Betapa naifnya kita sebagai manusia merasa mampu untuk memiliki semua tanpa campur tangan Tuhan. Sehingga Tuhan tidak melihat lagi malam-malam kita menjadi indah, tidak melihat lagi ratapan doa yang penuh harap. Kemana perginya semua ini hai manusia..!!! keangkuhan dan kesombongan telah menutup indahnya hati kita. Tidak ..!!
Kebahagiaan itu datangnya bukan dari dunia tapi dari seberapa dekat kita bisa membahagiakan Tuhan maka lihatlah bagaimana kebahagian itu berlimpah dari Tuhan.
Sahabatmu,
Endah Martiana
Selasa, 27 Oktober 2009
KAU
setiap melihatmu
ada getar-getar yang kurasa
menyelinap memasuki relung hatiku
menembus aliran darahku
membuat aku limbung dalam buaianmu
hadirmu mampu indahkan hariku
semangatkan langkahku
tuk menggapai asa di jiwa
asa yang coba kau tanamkan padaku
coba kau yakinkan aku
aku tahu kau menaruh sepenggal hati untukku