Senin, 16 Januari 2012

Wingko Durian



Bahan :

2 butir putih telur
1 sdt vanili
1/2 sdt garam
300 gr gula pasir
300 gr tepung ketan
1 butir kelapa parut (diparut panjang)
200 ml santan kental
2 butir kuning telor (untuk olesan)
200 gr daging durian

Cara Membuat :

1. Kocok putih telor, vanili, garam, hingga rata dan berbuih, tidak perlu kaku
2. Masukan gula pasir,dan durian,  kocok hingga tercampur
3. Masukan tepung, kelapa parut, santan, dengan cara diaduk dengan spatula
4. Tuang dalam loyang yang telah dilapisi kertas roti dan dioles mentega
5. Masukan dalam ovven yang sudah dipanaskan terlebih dahulu
6. Panggang kurang lebih 15 menit atau permukaan setengah matang (agak kering)
7. Oles dengan kuning telor, panggang kembali sampai matang
8. Angkat, biarkan dingin ya,..!! baru dipotong- potong

Hasil : 30 potong

Rabu, 11 Januari 2012

Fuyunghai

Simple, cepat dan enak,...cobain deh







Bahan :

2 siung bawang putih, dicincang 
1 batang daun bawang, diiris halus
1/4 sendok teh kaldu ayam bubuk 
1/2 sendok teh garam 
1/4 sendok teh merica bubuk 
3 butir telur, dikocok lepas 
3 lembar kol, diiris tipis 
3 sendok makan tepung terigu 
1/2 sendok teh garam 
1/4 sendok teh merica bubuk 
5 sendok makan minyak untuk menggoreng 



bahan saus:

1/2 butir bawang bombay
2 siung bawang putih, dicincang halus 
1 buah cabai merah besar, dibuang biji, diiris serong (optional)
1 ruas jahe
sedikit kacang polong
4 sendok makan saus tomat 
1/4 sendok teh garam 
1 1/2 makan gula pasir 
2 sendok teh maizena dan 1 sendok makan air, dilarutkan 
300 ml air 
1 sendok makan minyak untuk menumis 




Cara Pengolahan :

1.      Campur bawang putih, kaldu ayam bubuk, garam, merica bubuk, dan daun bawang. Aduk rata.
2.      Tambahkan telur, kol, wortel, tepung terigu, garam, dan merica bubuk. Aduk rata.
3.      Panaskan minyak. Goreng di atas api sedang sampai matang.
4.      Saus: panaskan minyak. Tumis bawang putih dan bombay hingga harum. Masukkan cabai merah, jahe, saus tomat, garam, dan gula pasir. Aduk rata.
5.      Tuang air. Aduk rata. masukan kacang polong, Masak sampai mendidih. Kentalkan dengan larutan maizena. Masak sambil diaduk sampai meletup-letup.
6.      Sajikan fuyunghai bersama sausnya.




Selasa, 10 Januari 2012

Bolu Kukus Pelangi

Bahan :

5 butir telur
180 gr gula pasir
1 sdt ovalet
180 gr tepung terigu
1/2 sdt baking powder
1/2 sdt Vx
2 sdm susu bubuk
75 ml santan kental
3 pewarna hijau
2 tetes pewarna merah
50 gr margarin yang dilelehkan

Cara Membuat :

1. Kocok telur dan gula sampai mengembang.
2. Masukan ovalet, kocok sebentar.
3. Masukan tepung terigu, baking powder, susu bubuk, santan dan Vx, aduk dengan kecepatan rendah sampai tercampur rata.
4. Masukan margarin leleh, aduk dengan spatula.
5. Bagi adonan menjadi 3
6. Beri pewarna merah, hijau, dan netral.
7. Siapkan kukusan yang sudah dipanaskan, bungkus tutup kukusan dengan serbet bersih.
8. Tuang adonan warna merah dalam loyang bulat diameter 22 yang sudah dioles minyak dan dilapis plastik, kemudian kukus selama 10 menit.
9. Kemudian tuang adonan putih, kukus selama 10 menit.
10. Terakhir tuang adonan hijau dan kukus selama 15 menit.
Dinginkan dan potong- potong

Hasil : 20 potong

Selasa, 03 Januari 2012

Almond Mocafrio Muffin

Muffin ini cepat dan mudah membuatnya, asyik buat sarapan atau teman minum teh di sore hari. .







Bahan :

200 gr mentega
150 gr gula tepung
4 butir telur
100 ml susu cair
300 gr tepung terigu protein sedang
1 sendok teh baking powder
40 gr choco chips
40 almond slice
1 shacet kopi mocafrio
1 sendok teh essenc mocca

Cara membuat :

1. Campur mentega, gula tepung, sampai halus
2. Masukan telur satu persatu dan tambahkan susu cair sedikit demi sedikit
3. Tambahkan tepung terigu, bubuk kopi dan baking powder sambil diayak
4. Tambahkan essens moka, almond dan choco chips (sisakan almond dan choco chips sedikit untuk taburan )
Sambil diaduk sampai rata
5. Tuang di cup kertas coklat tebak yang kecil
6. Oven 20 menit dengan suhu 190 derajat celcius sampai matang

Untuk : 20 buah
Resep ala Keluarga Purba
Published with Blogger-droid v1.7.4

Senin, 02 Januari 2012

Ketan Sarikaya


Kalo sudah buat yang ini,...huaaaa gak bisa berhenti makannya, coba deh bikin kalo pas weekend





Bahan:
500 g beras ketan putih
300 ml santan sedang
½ sdt garam
1 lembar daun pandan

Lapisan:
300 ml santan kental
5 butir telur ayam
250 g gula merah, sisir halus
3 sdm gula pasir
50 g tepung terigu
1 sdm tepung maizena
½ sdt vanili bubuk

Cara membuat:
Kukus ketan hingga setengah masak. Angkat.
Didihkan santan, garam dan daun pandan.
Tuang ke dalam ketan, aduk-aduk hingga
santan habis terhisap ketan.
Kukus dalam kukusan hingga matang. Angkat.
Selagi masih hangat, ratakan dalam loyang segi
empat sambil padatkan.

Lapisan:
Campur santan dan telur hingga rata.
Tambahkan bahan lainnya, aduk hingga gula
larut. Saring.
Tusuki permukaan ketan di berbagai bagian
dengan garpu.
Tuang adonan Lapisan ke atas ketan.
Kukus dalam kukusan panas (bungkus tutupnya
dengan serbet bersih) selama 30 menit hingga
matang.
Angkat dan dinginkan.
Potong-potong dan sajikan.

Hasil : 28 potong

Liburan yang libur....


Ini bener- bener jadi liburan yang bisa menyenangkan tapi bisa juga tidak menyenangkan. . .looohh gimana. .??
Tenannnnngg, maksudnya karena pas Abang ngajuin cuti liburan natal ditolak, padahal sudah sederet rencana disusun pergi ke Bandung.
Judulnya jadi Gatot. . Alias gagal total. .hihihi. . Kecewa. .? Ya iyalah. . Apalagi anak-anak. .mereka kan pada kepengin ke Trans Studio.

Daripada bete keterusan mending susun rencana apa aja yang bisa dilakukan meski dirumah, kenapa gak bikin kue aja. . .haaaaa.. Mereka kan suka ikut ngerecoki kalo mamanya lagi kerja didapur, kenapa gak dikasih tantangan aja sekarang mereka yang buat.

Ketika ditanya G&G mo bikin apa. . Huaaaa malah pada berebut, si adek yang suka gak mo kalah minta bikin cup cake, si kakak yang susah ngertiin adeknya minta bikin Muffin Mocafrio. . Nah loooooo. . Mending gak usah dikasih pilihan yaaaaa. . .hihihi maksud mamanya biar gak pada brisikkk. .

Si adek ni walopun suka gak mo kalah tapi dia baik hati loh, dikasih pengertian dikit aja langsung oke. .
Akhirnya kita bikin request sang kakak. . Muffin..
Tralalalalaaa. . .jadilah Muffin ala mereka

Sorenya kita, Aku dan Abang rencana mo ke JogjaTronik buat belikan Gerdi hp baru, tapi surprise aja, Gerdi gak dikasih tau. .bgitu nyampe si anak sudah nanya nanya mlulu, mo ngapain kesini, gitu dibilangin dah silahkan pilih hp yang kamu suka. . Eealaaaaahhh bukan Gerdi namanya kalo nolak hp tapi maunya laptop. . Nah loooooooo. . .hihihiiii si papanya kecewa berat. .yo wislah mending pulang. .

Bukan apa-apa sih. .lah dirumah laptop kan dah punya, akhirnya mikir juga dia. . Kenapa rejeki kutolak yaaaaa. . . Huhuhuhuuuu. . .senyum-senyum aja kita, bakalan gak bisa tidur tuh Gerdi.
Ya udaaaaaaaaaahhhh besok kita ke Ramai Mall aja yaaa, ntar beli hpnya disana karena sekalian mama papanya mo shooping, Hohohohooo sok ya. . Shooping segala. . Gak kok, kita termasuk yang jarang shooping loh, kalo pas lagi ada butuh aja beli. . . ada beberapa yang ingin dibeli untuk acara besok pagi. .Family gathering kantornya Abang

Yo wisssss. . .sampe jumpa besok yaaaa, :)

Cerita Tahun baruuu


Kalo sudah musim liburan gini jangan ditanya deh. .Jogjaku tercintah pasti macet dan penuh. Saking padatnya mo nyebrang jalan di jalan wonosari aja susahnya minta ampun bisa makan waktu 15 menit loh, oiyah aku tinggal didekat jalan wonosari.. .padahal hari biasa nyebrang mah gampang. . Heheheee maklum jln. Wonosari kan jalur lintas yang akan ke jawa timur ataupun mo ke Hollywoodnya Jogjah. .jadi yaaaaaaaaa bgitulah

Eits balik lagi ke tahun baru. .mo bikin acara apa yaaahh,.? Hihii gak ada. .tahun - tahun kemarin sih selalu beli kembang api buat anak-anak, tapi semenjak dimarah-marahin sama orang mabuk yang gak pernah sekolah. .hiiiiiiiii gak pernah lagi. . Takuttttt, !!
Sebenarnya waktu itu kita nyalainnya belum malem banget sekitar jam 9 anlah. . Di deket rumah juga nyalainnya, tapi dasar sentimen aja dia, mendadak marah- marahin aku dan anak- anak,segala "kebun binatang" keluar, mana waktu itu abang lagi lembur. . Langsung deh Gerdi aku tarik tangannya buat masuk ke rumah. .

Kalo sekarang sih Gerdi dah besar dah gak demen lagi ama yg begituan, mending dirumah, makan-makan sambil liat tipi. .

Kebetulan sorenya bikin Nasi bakar dan Ketan Srikaya. . Mantaaaapp, jadi tinggal bakar aja kalo mau, Nasi bakar ni kesukaan Gerdi. .kalo aku sih ngikut ajah. .kadang seringnya malah gak suka sama masakanku sendiri. .lucu yaaaaa. . .

Yo wislah. . Udah ngantuk nih, jam disini dah jam 01.30. . Kalo gak segera bobo, bisa kesiangan besokkkk. .

Night all. . .eits lupaaa. . .Happy New Year yaaaaaaaa

Foto dan resepnya menyusul yaaa,..lagi susah diuplodenyaaa

Kamis, 20 Januari 2011

Keheningan yang Sarat Makna


Seorang tukang kayu. Suatu saat ketika sedang bekerja, secara tak disengaja arlojinya terjatuh dan terbenam di antara tingginya tumpukan serbuk kayu. Arloji itu adalah sebuah hadiah dan telah dipakainya cukup lama. Ia amat mencintai arloji tersebut. Karenanya ia berusaha sedapat mungkin untuk menemukan kembali arlojinya.

Sambil mengeluh mempersalahkan keteledoran diri sendiri si tukang kayu itu membongkar tumpukan serbuk yang tinggi itu. Teman-teman karyawan yang lain juga turut membantu mencarinya. Namun sia-sia saja. Arloji kesayangan itu tetap tak ditemukan.

Tibalah saat makan siang. Para pekerja serta pemilik arloji tersebut dengan semangat yang lesu meninggalkan bengkel kayu tersebut. Saat itu seorang anak yang sejak tadi memperhatikan mereka mencari arloji itu, datang mendekati tumpukan serbuk kayu tersebut. Ia menjongkok dan mencari.

Tak berapa lama berselang ia telah menemukan kembali arloji kesayangan si tukang kayu tersebut. Tentu si tukang kayu itu amat gembira. Namun ia juga heran, karena sebelumnya banyak orang telah membongkar tumpukan serbuk namun sia-sia. Kini cuman dia seorang diri saja, dan berhasil menemukan arloji itu.

'Bagaimana caranya engkau mencari arloji ini?' Tanya si tukang kayu.

'Saya hanya duduk secara tenang di lantai. Dalam keheningan itu saya bisa mendengar bunyi 'to-tak, tok-tak'.

Dengan itu saya tahu di mana arloji itu berada.' Anak itu menjawab.
Kesimpulannya,....

Sahabat yang hebat, tahukah engkau bahwa problema yang kita hadapi akan berkurang seperempat hanya dengan membiarkan diri duduk secara tenang?

Keheningan adalah pekerjaan rumah yang paling sulit diselesaikan selama hidup. Sering secara tidak sadar kita terjerumus dalam seribu satu macam 'kegaduhan'-.

Mungkin inilah hikmah dari ibadah di sepertiga malam. Dikeheningan itulah kita akan lebih merasakan kasih sayang dan kedekatan Tuhan kepada kita. Tapi mengapa banyak dari kita merasa berat menunaikan ibadah tersebut?


-Sahabat-

Senin, 08 November 2010

Bencana Sebenarnya juga Indah


Lihat kebunku penuh dengan bunga. Ada yang putih dan ada yang merah. Setiap hari kusiram semua. Mawar melati semuanya indah.

Bencana, bencana, bencana, bencana, mungkin itu kabut-kabut kehidupan yang berganti menyelimuti Indonesia beberapa tahun terakhir. Belum sepenuhnya pulih dari banjir dahsyat Jakarta, tiba-tiba tanah longsor menggelegar, gempa bumi memakan nyawa, Tabrakan Kereta Api, Gunung Meletus, Pesawat Jatuh, Tsunami. Bencana seperti tidak bosan-bosannya menggoda jiwa Indonesia. Seorang sahabat asli Jawa, berulang-ulang menyebut kata miris. Seorang psikiater mengutip sebutan tua tentang zaman edan, tatkala menyaksikan seorang Ibu membakar diri dan sejumlah putera-puterinya karena terhimpit kesulitan kehidupan. Salah seorang penulis luar, bahkan memberi judul menyentuh di International Herald Tribune, Indonesia: Mass murder or natural disaster, terutama setelah menghitung ratusan ribu nyawa yang melayang akibat bencana.

Berduka, bersedih, tersentuh oleh penderitaan sesama tentu salah satu tanda pertumbuhan jiwa. Di Timur telah lama diajarkan, untuk memasuki wilayah-wilayah kesucian bahkan menginjak rumput pun dilarang. Terutama karena setiap rasa sakit yang kita timpakan ke ciptaan lain, akan kembali menyakiti diri ini. Sehingga sungguh layak disyukuri kalau Indonesia masih memiliki demikian banyak hati yang punya empati.

Cahaya bencana

Dengan tetap menghormati banyak hati yang punya empati, banyak guru setuju kalau jalan-jalan keindahan apa lagi kesucian tidak ada yang sepenuhnya lurus dan mulus. Semakin indah sebuah tujuan, semakin berat jalan-jalan yang harus dilalui. Bila ini cara memandangnya, mungkin Indonesia bisa menarik nafas dalam-dalam sebentar. Menghimpun energi untuk melewati banyak tanjakan serta kelokan di depan yang masih banyak menghadang.

Dalam jeda jiwa seperti ini, bisa jadi berguna kalau merenung sebentar tentang cahaya-cahaya bencana. Bagi banyak jiwa, bencana identik dengan kematian, perpisahan, kesedihan, duka cita. Dan tentu saja ini teramat manusiawi.

Sedikit jiwa yang mau menggali lebih dalam kalau di balik bencana, ada sejumlah langit kehidupan yang tersingkap rahasianya. Ketakutan, kesedihan adalah masukan berguna tentang keinginan yang demikian mencengkeram. Semakin mencengkeram keinginan, semakin menakutkan wajah bencana. Ada keinginan agar kehidupan hanya berwajah damai, keluarga yang hanya boleh bahagia, perpisahan yang identik dengan hukuman, kemiskinan sama dengan kutukan.
Dan melalui hentakan-kentakan bencana, manusia sedang diingatkan, seberapa kuat pun keinginan mencengkeram, kehidupan tetap harus berputar. Bila saatnya matahari tenggelam, tenggelamlah ia. Ketika putaran bumi harus ditandai oleh gempa, gempalah yang menjadi sahabat kehidupan. Bila kematian sudah waktunya berkunjung, berkunjunglah ia menjadi sahabat kehidupan. Makanya, seorang ayah berpesan kepada putera-puterinya, kematian datang bukan karena penyakit, bukan karena dikerjain orang, bukan juga akibat bencana, kematian datang memang karena putaran waktunya sudah tiba. Penyakit, bencana hanyalah pintu-pintu pembuka.

Bila ini cara meneropongnya, tidak saja keinginan mulai longgar cengkeramannya, namun cahaya-cahaya bencana juga terbuka. Ternyata bencana lebih dari sekedar hulunya kesedihan, ketakutan dan kutukan, ia juga membukakan pengertian tentang wajah kehidupan yang lebih utuh.

Serupa dengan lagu anak-anak yang dikutip di awal tulisan ini, hidup serupa dengan mengurus taman. Kendati yang ditanam rumput Jepang, ada rumput liar yang ikut tumbuh. Kendati sudah banyak berbuat baik, banyak berdoa, sering ke tempat ibadah, bila saatnya bencana menggoda, ia tetap menggoda. Bila rumput Jepang yang ditanam seratus meter, rumput liar hanya mengambil porsi sedikit sekali. Demikian juga dengan kehidupan, sehat berumur bertahun-tahun tapi kerap lupa disyukuri. Sakit hanya segelintir hari sudah penuh dengan caci maki.

Taman jadi indah karena penuh bunga dan warna. Kehidupan juga serupa. Kebahagiaan jadi lebih indah kalau pernah melewati kesedihan. Kehidupan bermakna amat dalam karena ada kematian. Kesuksesan berakarkan rasa syukur yang mendalam, kalau pernah dibanting kegagalan.

Taman bertumbuh terus bila disirami. Pertumbuhan jiwa juga sama. Tidak saja kebahagiaan yang menyirami kehidupan, kesedihan juga menyirami, terutama karena kesedihan adalah gurunya sikap rendah hati dan mawas diri. Tidak saja kedamaian yang memperkuat kehidupan, bencana juga memperkuat kemudian. Kedamaian memperkuat seperti air yang bertemu kerongkongan dahaga, bencana memperkuat seperti amplas keras dan kasar yang membuat berlian tambah bersinar. Sebagai catatan kontemplasi, Jepang dan Jerman yang kini menjadi salah satu pemimpin dunia, kalah perang secara amat menyedihkan puluhan tahun lalu.

Di puncak semua perjalanan ini, tersisa bait indah kehidupan: ”mawar melati semuanya indah!”. Mawar yang berduri indah, melati yang wangi juga indah. Siapa saja yang bisa melihat keindahan dalam setiap unsur dualitas (bahagia-bencana, untung-rugi, suci-kotor, dipuji-dicaci) dia berada di depan gerbang pencerahan, kemudian hatinya bernyanyi: ”semuanya indah!”.

Dalam bahasa indah sejumlah sahabat penyair, keuntungan adalah hasil pelajaran dari banyak kerugian, kekotoran adalah kesucian yang sedang siap-siap menunjukkan rahasianya, kekayaan adalah sisi lain dari kemiskinan dalam mata uang kehidupan. Pada jiwa yang sedang bertumbuh, dualitas terus bergerak dari satu ujung bandul ke ujung bandul lain. Habis bahagia derita, setelah untung rugi dan seterusnya. Dan lagu anak-anak ini mengajarkan, setelah semua segi kehidupan dicintai, disirami, diterima, kemudian dari dalam sini ada yang bernyanyi: ”semuanya indah!”.

Ini mungkin yang menyebabkan Robert Fulghum pernah menulis “Apa yang perlu dipelajari tentang kehidupan, sudah selengkapnya diajarkan di taman kanak-kanak“. Sebuah masa di mana semuanya terasa indah. Guru dzogchen Chogyal Namkai Norbu menyebutnya primordial state (titik awal sekaligus titik akhir perjalanan ke dalam). Cirinya sederhana, tidak ada hal positif yang perlu diterima, tidak ada hal negatif yang perlu ditolak.

Selasa, 02 November 2010

Nature


Siapa yang mengisi kesehariannya dengan keikhlasan dan kerendahatian, akan menemukan bahwa alam sebenarnya sebuah perpustakaan agung. Berlimpah pengetahuan dan kebijaksanaan yang disimpan di sana. Perhatikan laut lebih dalam lagi. Di permukaan ia senantiasa bergelombang. Sama dengan hidup manusia. Di kedalaman yang dalam, tidak ada gerakan apa lagi gelombang. Hanya hening yang melukis keindahan dan kesempurnaan.

Cermati apa yang ditulis Zenkei Shibayama dalam A Flower does not talk: “silently a flower blooms, in silence it falls away….pure and fresh are the flowers with dew….calmly l read the True Word of no letters”. Bunga mekar tanpa suara, berguguran juga tanpa suara. Tanpa keluhan tanpa perdebatan. Ada kesucian yang menggetarkan dalam bunga yang berhiaskan embun pagi. Dalam bimbingan hening, tiba-tiba terbaca makna tanpa kata-kata. Zenkei Shibayama menyebutnya Scripture of no letters. Tanpa kata-kata, tanpa keriuhan. Hanya sebuah hati yang berkelimpahan dalam dirinya!

Mulailah hidup sesuai hukum alam. Ia yang mengalir bersama alam, tersenyum pada setiap putaran alam tahu sebenarnya tidak ada hukuman. Apa yang kerap disebut sebagai bencana, sebenarnya hanya undangan laut untuk menyelam semakin dalam. Memasuki wilayah-wilayah tanpa gelombang (baca: tanpa perdebatan) namun penuh keheningan.

Sebagaimana ditulis rapi oleh kehidupan para Mahasidha (manusia yang menjadi agung karena melewati banyak rintangan seperti Jalalludin Rumi, Bunda Theresa, Milarepa, Mahatma Gandhi), awalnya bencana terlihat sebagai cobaan. Namun begitu dialami, ia memperkuat otot-otot kehidupan. Persis seperti otot fisik yang kuat karena banyak dilatih. Bila begini cara memandangnya, bencana bukannya membawa kegelapan kemarahan, ia membawa cahaya penerang.

Berbekalkan ketekunan, bencana membuat batin kebal dengan penderitaan. Kekebalan ini kemudian membuat manusia bisa menyambut semua dualitas (baik-buruk, sukses-gagal, hidup-mati) dengan senyuman yang menawan. Inilah secercah cahaya keheningan. Ia menyisakan hanya satu hal: compassion is the only nourishment. Dualitas memang lenyap, kasih sayang kemudian membuat kehidupan berputar.